Google+ Segera Ditutup Karena Alasan Berikut Ini

14

Tech – Google+ Segera Ditutup Karena Alasan Berikut Ini, Google+ media sosial milik google, segera berakhir umurnya setelah adanya bug yang terdeteksi dan disalah gunakan. Akibatnya 500ribu data pribadi milik penggunanya bocor. Hal ini menjadi alsan awal Google menutup jejaring sosialnya tersebut. Disamping itu Google+ sendiri sepi peminat.

“Kami akan menonaktifkan Google+ untuk konsumen,” demikian tertulis pada blog resmi Google, Selasa (9/10/2018).

Data itu mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar. Kebocoran data ini sudah terjadi selama tiga tahun, dari 2015 hingga Maret 2018. Namun, Google baru mengumumkannya ke khalayak pada Senin (8/10) waktu setempat, setelah celah keamanan itu berhasil ditambal.

Google juga memastikan bahwa tak ada pihak ketiga yang mengetahui dan memanfaatkan celat keamanan pada aplikasinya itu. Dengan kata lain, tak ada data yang dicuri.

Toh, bukan cuma masalah keamanan yang memicu Google menutup Google+. Sebab, Google menyadari bahwa layanan jejaring sosial tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna.

Google mengakui bahwa tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) pengguna Google+ sangat rendah. “Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari 5 detik.”

Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”. Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di Google+.

Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang aplikasi atau pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android. Pada kasus Google+, ada 438 aplikasi pihak ketiga yang menggunakan API dengan bug berisiko, meski belum terbukti ada pengembang yang memanfaatkan celah ini.

Kenapa Google+ Kurang Populer ?

Google+ Segera Ditutup

Sekadar informasi, Google+ dikembangkan untuk merambah pasar media sosial. Diluncurkan pertama kali pada 2011, layanan ini dimaksudkan dapat bersaing dengan Facebook atau Twitter.

Namun, layanan ini ternyata tidak berkembang jauh. Secara teknis, jumlah pengguna Google+ sebenarnya tidak kalah dari jejaring sosial lain, bahkan salah satu yang terbesar.

Alasannya, Google memberlakukan sistem ‘satu akun untuk semua layanan’. Dengan kata lain, pemilik akun Gmail otomatis memiliki akun di layanan lain, seperti Google Drive, Google Play Store, termasuk Google+.

Kendati demikian, tidak banyak pemilik akun Google yang aktif di layanan ini. Dikutip dari Business Insider, Selasa (9/10/2018), masalah Google+ ini sebenarnya sudah lama diprediksi.

Menurut mantan pegawai Google, layanan ini dianggap masih sulit dipakai oleh para pengguna. Sumber lain menyebut layanan ini terlambat hadir di perangkat mobile, sehingga tidak pernah dilirik oleh pengguna.

Alasan lain adalah tidak sepenuhnya internal Google mendukung produk ini. Terlebih, setelah sosok penting di balik Google+, Vic Gundotra, mundur pada 2014.

Google+ sendiri kini dilaporkan akan segera ditutup. Keputusan ini diambil usai ada celah keamanan yang membuat pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Google+.

 

Google+ Segera Ditutup

Loading...
Comments
Loading...