Gelar Operasi Bina Kusuma, Polres Bojonegoro Jaring 14 Pelajar Bolos dan Seorang Gepeng

141

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Polres Bojonegoro gelr Operasi Bina Kusuma, Selasa (23/7/2019), yang berhasil menjaring 14 siswa dari salah satu sekolah yang ada di Bojonegoro, Jawa timur.

 Sebanyak 14 siswa dari salah satu sekolah di Bojonegoro terjaring razia jam sekolah oleh Polres Bojonegoro dalam rangka Operasi Bina Kusuma 2019, Selasa (23/7/2019).

Razia Bina Kusuma tersebut digelar adanya laporan mayarakat dengan tujuan untuk penertiban kota pada jam-jam sekolah yang banyak ditemukan anak anak sekolah yang nongkrong di warung kopi (warkop)  dan mereka bolos sekolah.  

Menurut Kaopsres AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, melalui Karendal Kompol Teguh Santoso,SE bahwa Operasi Bina Kusuma 2019 merupakan operasi terpusat yang digelar selama 15 (lima belas) hari ke depan yakni sejak tanggal 22 juli 2019 hingga tanggal 5 Agustus 2019 mendatang.

Dalam operasi ini dengan sasaran premanisme, kenakalan remaja, penyalah gunaan narkoba, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkelahian antar kelompok masyarakat, penyakit masyarakat.

Dalam razia Oprasi Bina Kusuma terhadap para pelajar yang bolos sekolah, Polres Bojonegoro melibatkan 20 personil dari Sat Binmas dan Sat Sabhara yang pimpin oleh Kaur Bin Ops (KBO) Sat Binmas Iptu Fathur Rahman.

“Ini kegiatan penertiban patroli anak sekolah yang nongkrong pada saat jam sekolah. Selain untuk ketertiban kota, kami juga mendapat laporan dan masukan dari masyarakat yang resah dengan keberadaan mereka,” kata Karendal Ops Bina Kusuma.

Seluruh siswa yang terjaring diketahui nongkrong di warung-warung, café sekitaran jalan Panglima Polim, salah satu café di jalan Irigasi sedangkan 1 (satu) gepeng (gelandangan dan pengemis) terjaring di pertigaan Dishub yang berada di Jalan A. Yani – Veteran, Bojonegoro, sekitar pukul 10:00 WIB.

Kemudian mereka dinaikkan ke truk Sat Sabhara untuk digiring ke Mapolres Bojonegoro untuk dilakukan pembinaan dan pendataan.

“Siswa yang terjaring Kami serahkan ke Dinas Pendidikan selanjutnya diserahkan ke sekolah masing-masing biar dari pihak sekolah dan orang tua siswa mengetahui anak didiknya yang suka membolos itu. Sedangkan untuk 1 gepeng kita serahkan ke Dinas Sosial Bojonegoro,” terang Teguh Santoso.

Seluruh pelajar yang kena razia tidak didapati membawa barang yang berbahaya, termasuk satu orang gepeng tersebut.

“Kami ingin beri efek jera, agar tidak diulangi lagi. Selama Operasi Bina Kusuma Kita terus melakukan patroli terhadap para pelajar yang bolos saat jam belajar untuk menghindari kenakalan remaja dan juga penyakit masyarakat lainnya,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More