Geger..! Warga Pacul, Bojonegoro, Ditemukan Tewas di Dalam Kamar Tidurnya

597

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Warga digemparkan dengan penemuan jasad yang meninggal dunia di kamar tidur miliknya yang berada di Jalan Serma Abdullah, turut Desa Pacul, RT 005, RW 001, Kecamatan Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (17/8/2019).

Peristiwa itu berawal saat Subandi (67) yang tercatat sebagai warga Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro itu, dibuhungi Mbak Um seorang kerabatnya melalui handphone (HP) miliknya, sekira pukul 17:00 WIB namun tak dijawab.

Merasa penasaran, kemudian Mbak Um bertandang ke rumah korban. Ternyata, rumah tak terkunci sehingga Mbak Rum langsung masuk dan menengok ke kamar korban. Diketahui, korban tertidur tengkurap dan saat hendak dibangunkan korban diam saja.

Mengetahui hal itu, Mbak Um yang juga saksi dalam kejadian itu langsung berlari ke luar rumah dan berteriak minta tolong ke warga sekitar. Bersama dengan warga lainnya, Mbak Um membangunkan korban, ternyata korban sudah tak bernafas lagi alias meninggal dunia.

Kapolsek Bojonegoro Kompol Eko Dhani Rinawan,SH, kepada Rakyat Independen membenarkan bahwa ada kejadian seorang warga Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro, yang diketahui meninggal dunia mendadak di kamar rumahnya,  Sabtu (17/8/2019) sekira pukul 18:00 WIB.

Masih menurut Pak Dhani, mengetahui korban sudah meninggal dunia langsung dievakuasi ke rumah anaknya dan baru dilaporkan ke pihak yang berwajib sekira pukul 20:30 WIB.

Loading...

“Korban dievakuasi ke RSUD Sosrodoro Djatikoesoemo untuk dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga korban tak mengizinkan korban di otopsi dan hanya dilakukan pemeriksaan luar saja,” ungkap Pak Dhani, Minggu (18/8/2019).

Ciri ciri korban, mengenakan celena Jeans warna Biru, memakai Kaos warna biru dan Jaket warna hijau.

“Pada leher korban, terdapat patah tulang yang diduga akibat terjatuh di lantai rumahnya,” katanya.

Lanjut Pak Dhani, tak ditemukan tanda tanda kekerasan dan penganiayaan di tubuh korban. Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia secara wajar.

Berdasarkan penuturan keluarganya, korban sering mengalami sakit gigi hingga bengkak sampai ke leher.   

Pihak keluarga korban tak mengizinkan korban di otopsi sehingga mereka diminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai. Selanjutnya, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.  

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More