Geger Temuan Sesosok Mayat Perempuan Warga Sragen, di Bawah Jembatan Padangan, Bojonegoro

0 177

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Warga digegerkan dengan adanya temuan mayat seorang perempuan yang tersangkut di bawah Jembatan Padangan, tepatnya di aliran Bengawan solo turut Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (19/1/2019) sekira pukul 02.00 WIB.

Keberadaan korban yang mengapung di aliran Sungai Bengawan solo itu diketahui oleh Rusmin (52), warga Desa Padangan, RT 015, RW 005, Kecamatan Padangan, Bojonegoro.

Rusmin yang juga saksi dalam kejadian itu langsung melaporkan kejadian itu via telpon ke BPBD Blora, jika dirinya mengetahui ada mayat yang mengapung di aliran Bengawan Solo, turut wilayah Kecamatan Padangan itu, sehingga BPBD Blora segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Akhirnya mayat korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR BPBD Blora, tepatnya di bawah jembatan Padangan, yang melintasi Bengawan solo untuk penghubung wilayah Kecamatan Padangan menuju ke wilayah Kecamatan Kasiman dan sekitarnya itu.

Selanjutnya, mayat korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Padangan, untuk dilakukan visum, guna mengetahui identitas korban dan apa yang menjadi penyebab meninggalnya korban tersebut.

Loading...

Ditemukannya, jasad korban oleh BPBD Blora itu, dikarenakan pihak BPBD Sragen memberikan informasi kepada BPBD Blora jika ada warga Sragen yang tenggelam di aliran Bengawan solo Kamis (17/1/2019) lalu, sehingga pihak BPBD Blora turut melakukan pencarian.

Kapolsek Padangan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Singgih Sujianto,SH, kepada para awak media membenarkan jika ada temuan jasad korban tenggelam di Bengawan solo, yaitu jasad perempuan bernama Suto Saminem (88), warga Dukuh Kedungjangan, Desa Cemeng, Kecamatan Sambongmacan, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (17/01/2019) lalu.

Adapun ciri-ciri mayat korban, panjang mayat 155 sentimeter, berat 45 kilogram, kulit sawo matang, rambut lurus putih beruban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis dari RSUD Padangan dengan didampingi petugas, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Sehingga korban dinyatakan meninggal murni karena tenggelam dan tak ada sebab lain,” kata Kapolsek Padangan AKP Singgih Sujianto, Sabtu (19/1/2019).

Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Sragen itu, untuk segera dikebumikan.

**(Ajas/Red).

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy