Gagal Bunuh diri di Rel Kereta api, Seorang Kakek Asal Panjunan, Kalitidu Ini Akhirnya Nekad Gantung diri

144

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Lagi,seorang warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri alias kendhat.

Kali ini, pelakunya adalah seorang kakek bernama Mujari (82), yang tinggal di Desa Panjunan, RT 007, RW 002, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Pelaku gantung diri sekaligus juga korban itu ditemukan menggantun di sudut kamarnya dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi alias tewas, Minggu (25/11/18).

Korban diketahui oleh Khoirun Anisa sekira pukul 07:18 wib, yang saat itu sedang memasak didapur, dan kebetulan berdekatan dengan kamar korban tepat disebelah kiri ruang dapur itu.

“Waktu itu, saya melihat kamar bapak belum kok terbuka, dan saya piker bapak belum bangun. Karena sudah siang, saya pengen membangunkannya dengan membuka kamar pintu kamarnya itu. Saya kaget saat tahu bapak tergantung di sudut kamarnya. Saya langsung lari keluar dan berteriak minta tolong ke tetangga sekitar,” ungkap Khoirun Anisa, yang juga anak korban itu.

Khoirun Anisa yang juga sebagai saksi dalam kejadian nahas itu, mengatakan kaget luar biasa saat membuka pintu kamar korban dan terlihat tubuh korban tergantung di sudut kamar dengan leher terjerat tali.

Saat itu datanglah Suhadak, kemudian Suhadak mengecek kondisi tubuh korban dan ternyata benar, korban sudah tak bernyawa lagi alias sudah meninggal dunia.

Akhirnya, kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Kalitidu dan dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan dilakukan pemeriksaan medis yang disaksikan perangkat desa setempat dan keluarga korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban meninggal murni karena gantung diri dan tak ada penyebab lain. Di tubuh korban hanya terdapat luka bekas jeratan tali saat korban melakukan aksi bunuh diri itu.

“Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Hal itu bisa dilihat karena tak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan sebelum kejadian itu,” demikian disampaikan Kapolsek Kalitidu AKP Sugimat,S.Ag kepada para awak media, Minggu ( 25/11/2018).

Ditambahkan, berdasarkan deri keterangan saksi, di hari Senin, tanggal 19 Nopember 2018 lalu, sekira pukul 10:00 wib korban sudah pernah akan berusaha bunuh diri dengan berjalan di jalur rel Kereta api ganda. Namun, korban berhasilselamat karena di tolong oleh tetangganya yang bernama Karji seorang warga Desa Kalitidu, RT 007, RW 001, Kecamatan Kalitidu itu.

“Dari keterangan saksi, korban ini mengalami kesulitan buang air kecil dan besar selama dua minggu hingga membuatnya depresi dan nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu,” ungkap AKP Sugimat serius.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan pihak keluarga membuat surat pernyataan bermerai karena jasad korban tak diijinkan untuk di otopsi selanjutnya jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red).

Loading...