Edan..! Sepasang Remaja Ketahuan Warga Saat Berduaan di Dalam Toilet Masjid di Semanding, Bojonegoro

76

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Sepasang lelaki dan perempuan yang keduanya berusia remaja, ketahuan warga berada di sebuah toilet sebuah masjid. Pasti, semua orang akan berprasangka buruk jika mendengar hal itu.

Peristiwa itu, terjadi di sebuah masjid yang berada di Jalur Proliman Kapas – Kalirejo, Bojonegoro Kota, tepatnya di Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (25/11/2019) siang.

Kejadian itu, dketahui oleh seorang warga yang rumahnya ada di depan masjid milik warga Desa Semanding itu. Mereka curiga dengan kedatangan 2 remaja, yang berseragam sekolah yang masuk ke halaman masjid.

Selang beberapa menit kemudian, kedua remaja itu berjalan ke arah toilet masjid. Merasa penasaran, seorang warga yang tak mau disebutkan namanya itu, mendatangi masjid dan ternyata kedua remja lain jenis itu masuk dalam satu toilet.

Curiga, kedua pelajar itu melakukan tindak asusila di dalam toilet itu, akhirnya pintu toilet itu digedor-gedor dan kedua remaja itu, diminta untuk keluar dari toilet dan keduanya langsung digelandang ke Balai desa setempat.

Loading...

Kepala desa Semanding Subeno kepada para awak media membenarkan adanya kejadian yang mengarah pada tindakan yang tak terpuji yang dilakukan di sebuah tempat ibadah umat Islam warga desa setempat itu.

“Seorang warga mengetahui, ada sepasang remaja lain jenis, yang masih berseragam lengkap, mendatangi sebuah masjid yang berada di Desa Semanding dan mereka berdua masuk ke dalam toilet. Kejadian itu, ditangani warga dengan membawa keduanya ke balai desa,” ungkap Kades Semanding, Subeno, Senin (25/11/2019).

Masih menurut Subeno, tindakan masyarakat itu sudah cukup bagus, dengan menggiring kedua remaja itu ke balai desa. Dengan begitu, pihak pemerintah desa dan instansi terkait bisa melakukan tindak lanjut, guna menyelesaikan masalah tersebut.

Dtambahkan, saat keduanya dimintai keterangan, mereka mengaku datang ke masjid tersebut, dalam perjalanan pulang ke wilayah Kecamatan Balen, usai mengikuti upacara hari guru yang digelar di Alun-alun Kota Bojonegoro.

Keduanya mengaku berasal dari wilayah Kecamatan Balen, Bojonegoro. Pelajar laki-laki bersekolah di sebuah SMK  yang berada di jalan Patimura, Bojonegoro Kota. Sedangkan pelajar wanitanya berasal dari sebuah SMA yang ada di wilayah Kecamatan Balen.

“Penyelesaian masalah ini, kita upayakan dengan cara memberikan pembinaan kepada dua pelajar tersebut, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” Kata Kades Semanding Subeno menegaskan.

Agar dalam penyelsaian berjalan dengan baik dan lancar, pihak Pemerintah Desa Semanding, mengundang Babinkamtibmas setempat, agar turut memberikan solusi terbaik termasuk memberikan pembinaan kepada kedua pelajar yang “Dimabuk Cinta” itu.

Guna memberikan efek jera, kedua pelajar tersebut diminta untuk menghubungi orang tuanya agar datang ke Balai Desa guna menjemput anaknya itu.

“Keduanya kita ijinkan pulang setelah memperoleh pembinaan dan kita menyampaikan pesan kepada kedua orang tuanya agar turut mengawasi anaknya agar “tidak nakal” di luar jam sekolah.

Beberapa warga yang berhasil ditemui Rakyat Independen merasa tak terima, jika hanya diberikan pembinaan saja. Harusnya, ada sanksi kepada mereka, karena telah menyinggung perasaan warga Semanding.

“Tempat Ibadah Kok Dipakai Gituan, Edan,” katanya, sambil minta agar namanya dirahasikan.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More