Diduga Terkena Serangan Jantung, Seorang Petani Asal Balongdowo, Kepohbaru Ini, Meninggal dunia Mendadak di Sawah

294

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Hingga akhir hayatnya, seorang petani bernama Suja’i (70) masih setiap dengan pekerjaan yang ditekuninya itu. Pasalnya, Suja’i asal Dusun Belut, Desa Balongdowo, RT 009, RW 003, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, meninggal dunia saat bekerja di sawah yang berada di desa setempat, Rabu (10/4/2019), sekira pukul 08:20 WIB.

Peristiwa itu berawal saat korban bersama kedua temannya, yang bernama Tasmi’an (49), dan Sumari (53), yang keduanya juga tetangga korban, berangkat ke sawah, Rabu (10/4/2019) sekira pukul 07:30 WIB.

Mereka bertiga bekerja mengambil bibit padi di sawah. Saat mereka membawa bibit padi dan melintasi pembatas sawah (galengan, Jawa red). Selanjutnya, korban terpeleset dan terjatuh di dalam sawah yang berlumpur itu.

Kedua temannya yang juga sebagai saksi dalam kejadian itu, berusaha menolong korban dan mengevakuasi korban ke Polindes Balongdowo yang tak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara, yang ada di persawahan, turut Dusun Belut, Desa Balongdowo, RT 009, RW 003, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro.

Sementara itu, Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang,SH, kepada para awak media membenarkan jika telah terjadi peristiwa seorang petani yang bernama Suja’i (70) asal Dusun Belut, Desa Balongdowo, RT 009, RW 003, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro, meninggal dunia mendadak saat bekerja di persawahan yang berada di desa setempat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, yang dilakukan oleh Siti Fatimah Bidan desa yang bertugas di Polindes Balongdowo, dengan disaksikan keluarga korban, bahwa korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung.

“Tak ditemukan kekerasan dan penganiayaan di tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena serangan sakit jantung yang dideritanya,” ungkap Yasimbang.

Hal itu, dikuatkan oleh keterangan keluarga korban. Dimana, korban memiliki riwayat sakit jantung. Sehingga, pihak keluarga bisa menerima kejadian tersebut dan meminta agar jenazah korban tak diotopsi.

Ciri-ciri korban, berjenis kelamin laki laki, panjang mayat 170 cm, rambut hitam lurus, mengenakan celana pendek warna hitam,memakai kaos lengan panjang dan tak ditemukan tanda tanda kekerasan bekas penganiayaan.

“Keluarga korban, kita minta untuk membuat surat pernyataan bermaterai, karena mereka tak menigizinkan korban untuk diotopsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya, untuk segera dimakamkan.

**(Kis/Red).