Diduga Akibat Konsleting Listrik, 3 Stand di Pasar Blimbinggede, Ngraho, Ludes Terbakar

171

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Musibah kebakaran kembali menimpa 3 (tiga) unit stand yang berada di Pasar Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (11/7/2019) sekira pukul 16:45 WIB.

Pasar yang berada di Lingkungan RT 003, RW 002, Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho itu, terjadi kebakaran diduga akibat adanya konsleting listrik, yang berasal dari Warung makan milik Supeno yang ada di Blok 39, selanjutnya menjalar ke 2 stand yang ada di sekitarnya itu.

Ketiga stand di Pasar Blimbinggede yang biasa disebut Pasar Ngraho yag terbakar itu, diantaranya, Stad milik Nardi (50) pemilik stand di blok 38, Supeo (55), pemilik stand di Blok 39 dan sebuah stand milik Mardi (37) yag berada di Blok 37.

Kejadian kebakaran tersebut, dilaporkan oleh aggota Polsek Ngraho ke petugas piket ke Pos Padangan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di Jalan Raya Kebonagung, sekira pukul 17:00 WIB dan Mobil Damkar beserta Personilnya tiba di lokasi kejadian sekira pukul 17:20 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Kabid Pemadaman Sukirno membenarkan adanya musibah kebakaran yang dialami 3 stand yang berada di Pasar Blimbinggede itu, berhasil dipadamkan, sekira pukul 18:00 WIB.

“Guna memadamkan kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik itu, dikerahkan 2 unit mobil dari Pos Padangan dengan 7 personil dari 2 mobil dari Pos Kota Bojonegoro dengan 6 personnilnya,” ungkap pria yang biasa disapa Mas Kirno itu, serius

Dalam kejadian tersebut, terdapat kerugian materi sebesar Rp 72 juta. Dimana, Nardi (50) pemilik warug maka yang berada di blok 38 alami kerugian Rp 25 juta, yang meliputi bangunan Rp 20 juta dan barang dagangan sebesar Rp 5 juta.

Kerugian dialami oleh Supeno (55) yang berjualan kelapa, dengan rincian kerugian yang meliputi bangunan Rp 20 juta dan barang dagangan sebesar Rp 5 juta. Sedangkan, Mardi (37), yang juga penjahit itu mengalami kerugian sebesar 22 juta yang meliputi kerugian bangunan Rp 20 juta dan alat jahit sebesar Rp 2 juta.

Turut membantu pemadaman, anggota Polsek Ngraho, anggota Koramil Ngraho, anggota Satpol PP Kecamatan Ngraho dan warga sekitar.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy