Diduga Akibat Epilepsi Kambuh, Seorang Warga Tinumpuk Purwosari, Terjatuh ke Sungai dan Tenggelam

51

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Lagi, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, tenggelam di sungai hingga meninggal dunia. Kali ini, korban tenggelam adalah Patemin (45), Seorang warga Gapluk, RT 011, RW 04, Kecamatan Purwosari. Korban tenggelam d Sungai Giling, yang berada di belakang rumah korban, Selasa (15/5/2018) sekira pukul 10:00 wib.

Peristiwa nahas itu bermula, saat korban keluar rumah hari Selasa (15/5/2018) sekira pukul 09:00 wib. Korban hendak membersihkan pekarangan belakang rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter dari bibir sungai.

Sejak kecil korban menderita keterbelakangan mental dan mengidap penyakit epilepsi alias ayan. Diduga saat korban berada di belakang rumah epilepsinya kambuh dan tak ada yang mengetahui sehingga tak ada yang menolongnya. Sehingga korban hingga terjatuh di sungai dan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut.

Kapolsek Purwosari AKP Musantoyo kepada para awak media membenarkan adanya kejadian tersebut. Dimana, korban Patemin (45), Seorang warga Gapluk RT 011 RW 04 Kecamatan Purwosari. Korban tenggelam d Sungai Giling, yang berada belakang rumah korban, Selasa (15/5/2018) sekira pukul 10:00 wib.

“Korban diduga sakit epilepsinya kambuh hingga membuat korban terjatuh ke sungai yang terdapat air dengan kedalaman sekira 50 sentimeter itu. Diduga korban nggak ada yang menolong, yang tidak mengalir karena dibendung untuk pengairan sawah, hingga akhirnya korban tenggelam dan meninggal dunia.

“Korban ditemukan oleh warga dalam keadaan terapung di sungai, dengan posisi tengkurap membujur ke arah selatan,” kata Kapolsek Purwosari AKP Musantoyo.

Dari hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, didapati ciri-ciri mayat, panjang mayat 160 sentimeter, rambut pendek ikal hitam beruban, kulit sawo matang. Korban ditemukan tidak memakai baju dan menggunakan celana pendek warna hitam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Medis korban dinyatakan meninggal dunia, murni karena tenggelam dan tak ada penyebab lain. Karena tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.

**(Yanto/Red).

Loading...
Comments
Loading...