Diduga Ada Bocoran Soal, di Ujian Perangkat desa Glagahwangi, Sugihwaras

1,801

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Ujian perangkat desa, untuk Desa Glagahwangi dan Alasgung, yang berada di wilayah Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, dilaksanakan secara bersamaan, Kamis (13/9/2018).

Kegiatan ujian perangkat desa itu, digelar di Yayasan Al Munir Roudhotul Muta’allim atau di Madrasah Aliyah (MA) Walisongo yang berada di Jalan Raya Sugihwaras depan Kantor Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro.

Desa Glagahwangi mengisi 4 (empat) lowongan perangkat desa yakni, Sekretaris desa (Sekdes), Kepala dusun (Kasun), Kaur Pemerintahan (Kaur Pem) dan Kasi Perencanaan. Dimana, untuk lowongan Sekdes diisi 16 peserta, Kasun 4 peserta, Kasipem 17 peserta dan Kasi Perencanaan sebanyak 12 peserta.

Lowongan sekdes Glagahwangi yang memperoleh nilai tertinggi adalah Dani Irawantika dengan nilai 95. Yatini berhasil unggul di lowongan Kasun Pandean dengan nilai 96. Untuk kaur Perencanaan yang memperoleh nilai tertinggi adalah Mustakim dengan nilai 92 dan Kasi Pemerintahan nilai tertinggi diraih Yoyok Subagyo, dengan nilai 80.

Dalam pengadaan soal, Tim Desa Glagahwangi menggandeng Lembaga Pendidikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Kecamatan Purwosari. Tim Desa bersama pihak ketiga membuat soal ujian, Rabu (12/9/2018) malam,

Tingginya nilai mereka yang lulus dalam ujian itu, membuat kecurigaan dari para peserta. Tak hanya itu, mereka yang lulus, adalah orang-orangnya Kepala desa Glagahwangi Haris Aburiyanto. Makanya, para peserta yang gagal dalam ujian itu menduga ada bocoran soal dalam ujian perangkat desa tersebut.

“Yang janggal itu Yatini, dia lulus kejar paket C dalam ujian memperoleh nilai 96. Sedangkan rivalnya yang lulus S2 saja hanya dapat nilai 43. Yoyok Subagyo yang lulus Kasi Pemerintahan itu adiknya Kades Glagahwangi. Mustakim itu patner kerjanya Kades dan Dani Irawantika itu orang tuanya juga “bolone” Pak Kades,” ungkap salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.

Panitia dituding juga telah melakukan kebohongan, saat ditanya siapa pihak ketiga yang akan membuat soal ujian. Saat itu, panitia bilang jika pihak ketiga yang digandeng itu Universitas Bojonegoro (Unigoro).

“Kita telah dibohongi oleh panitia. Katanya pihak ketiga Unigoro ternyata pihak ketiga malah berasal dari PKBM Purwosari,” katanya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Ketua Tim Desa Glagahwangi Waelan, membenarkan jika dirinya berbohong saat ditanya oleh peserta tentang siapa pihak ketiga yang bakal digandeng untuk pembuatan soal. Dia mengaku jika pihak ketiga akan diambilkan Unigoro.

“Kalau saya sampaikan jujur apa adanya, saya kuwatir kalau para peserta itu melakukan loby ke pihak ketiga sehingga mereka bisa dapat bocoran soal. Makanya, kita sampaikan bukan yang sebenarnya,” ungkap Waelan.

Saat ditanya apakah yang jadi dengan nilai tinggi itu karena dapat bocoran soal? Dirinya membantah dan bersumpah atas nama Allah SWT, jika dia tak membocorkan soal. Termasuk anggota Tim yang berjumlah 5 orang itu, juga tak ada yang mebocorkan soal ujian.

“Keluarga saya, anak keponakan ada cucu saja juga nggak lulus. Ya karena saya tak membocorkan soal ujian itu,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa soal ujian dibuat malam hari, menurutnya karena efisien waktu. Setelah malam hari soal selesai dibuat, langsung diantarkan ke Polsek dengan dikawal Linmas dan anggota Polsek Sugihwaras. Pagi hari, soal itu baru dibawa ke lokasi ujian.

“Kami tekakankan sekali lagi, bahwa panitia tak ada yang membocorkan soal,” pungkasnya.

Kepala desa Glagahwangi Haris Abiriyanto, hingga berita ini diunggah, yang bersangkuta belum bis dihubungi.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...