Di Festival Bengawan 2018, Bupati Bojonegoro Bicara Tentang Pentingnya Pemanfaatan Bengawan

0 111

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bengawan solo yang melintasi wilayah Kabupaten Jawa timur ini, ternyata belum mampu diberdayakan dengan baik. Selama ini, baru dimanfaatkan untuk mengairi sawah, untuk transportasi penyeberangan dan mencari ikan. Bahkan, sungai masih ditambang dengan illegal dan masih banyak warga yang membuang sampah di sungai tersebut.

Kegiatan Festival Bengawan 2018, diharapkan bisa merubah perilaku masyarakat untuk bisa memanfaatkan bengawan dengan lebih baik. Bengawan adalah sumber kehidupan bagi warga yang berada di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Festival Bengawan 2018 mengajak masyarakat untuk “Ruwat Rawat” dengan pesan moral untuk tetap menjaga kelestarian bengawan agar tak membuang sampah di bengawan sehingga bengawan tetap lestari.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, berkenan memberangkatkan Lomba Perahu hias secara simbolis dalam acara Festival Bengawan 2018, yang digelar di Lapangan Sale, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (30/12/2018) pagi.

 

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, didampingi suaminya H Ali Dufa dan Forpimda, saat bersama rombongan naik perahu VIP di acara Festival Bengawan 2018 dengan start Lapangan Sale, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, dan finish di TBS Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (30/12/2018).

Atas nama Pemrrintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dirinya menyampaikan bahwa kegiatan Festival Bengawan 2018 ini, digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuas, dikarenakan, Bengawan solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro ini telah memberikan banyak manfaat kepada warga di bantaran sungai dan warga Bojonegoro pada umumnya.

“Festival Bengawan 2018 ini mengambil thema “Ruwat dan Rawat” adalah mengandung arti bahwa dengan adanya Bengawan ini kita wajib bersyukur kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam Seisinya ini, sehingga kita wajib untuk memeliharanya dengan baik dan memberdayakan bengawan agar bisa memberi manfaat untuk menuju kesejahteraan masyarakat,” ungkap wanita merupakan bupati wanita pertama di Bumi Angling Dharma itu, Minggu (30/12/2018).

Ditambahkan Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – sebagai bentuk syukur maka bengawan itu harus dirawat. Jangan pernah merusak atau mencemari sungai bengawan solo ini karena hal itu bisa merugikan diri sendiri dan merugikan Kabupaten yang kita cintai ini.

“Pemanfaatan sungai, kita bisa meniru apa yang dilakukan negara-negara di luar negeri yang telah mampu memberdayakan sungai, untuk sarana transportasi, pasar apung hingga untuk destinasi wisata air,” ungkap Bu Anna.

Para peserta Lomba Perahu hias saat tiba di finish di TBS (Taman Bengawan Solo) atau Tambangan Banjarsari, turut Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (30/12/2018).

Seperti halnya dengan negara Thailand yang bisa mengelola sungai sedemikian rupa, sehingga bisa dijadikan sarana transportasi dan sebagai pasar apung hingga menjadi behaind city tapi menjadi front city.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Bengawan 2018, Didik Wahyudi kepada para awak media menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Bojonegoro terhadap Bengawan solo, yang melintasi wilayah penghasil migas terbesar di Asia Tenggara itu.

“Festival Bengawan diikuti oleh peserta yang berasal dari 10 desa, 11 kategori umum dan 3 peserta yang merupakan peserta VIP,” ungkap pria yang sebelumnya pernah aktif jadi jurnalis di sebuah televise lokal di Bojonegoro itu.

Ditambahkannya, begitu iring-iringan Perahu hias tiba di finish yang ada di TBS (Taman Bengawan solo) di Tambangan Banjarsari, atau tepatnya turut di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bojonegoro kota itu, sudah bersiap 43 pelukis yang akan mengabadikan Lomba perahu hias itu untuk di lukis. Serta 23 sastrawan dan ada 25 pelajar yang akan membacakan puisi.

“Hasil lukisan mereka akan kita di lelang dan hasilnya akan dipakai untuk kepentingan Festival serupa di tahun mendatang,” ungkapnya.

Turut bersama rombongan, H. Ali Dufa suaminya Bu Anna, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto,S.Sos dan Jajaran Forpimda Bojonegoro.

**(Kis/Red).