Desa Baureno Bakal Jadi Desa Holtikultura di Bojonegoro

54

Jika selama ini, saat anda melintasi Desa Baureno, Keecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, terkesan biasa-biasa saja. Sebentar lagi, anda akan melihat desa Baureno menjadi desa yang luar biasa, dengan menjadi desa yang hijau, asri dan indah karena menjadi sebuah desa holtikultura yang ada di Kota Minyak ini.

Hal itu, dikarenakan Desa Baureno yang merupakan Ibukota Kecamatan (IKK) Baureno itu, bakal dipenuhi oleh bunga, tanaman buah hingga penghijauan. Pasalnya, Desa Baureno bakal menjadi satu-satunya desa holtikultura yaitu menjadi desa penghasil tanaman kebun seperti halnya dengan tanaman bunga, tanaman buah hingga tanaman penghijauan dan Paguyuban tunggak semi yang melakukan budiaya bonsai di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini.

Desa Baureno bersiap menjadi satu-satunya desa yang memiliki industry holtikultura di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur ini. Kabar tersebut bukan hanya sebuah isapan jempol saja, akan tetapi segera menjadi sebuah kenyataan.

Adalah Kepala desa Baureno Sukarno, yang menjadi pelopor menuju Desa Baureno menjadi sebuah desa penghasil bunga, buah dan tanaman penghijauan. Pria yang akrab disapa Mas Karno itu, mengawali membuat pembibitan bunga dan buah serta membuat pembibitan untuk tanaman penghiajuan. Dia pontang-panting berguru ke daerah-daerah yang menjadi penghasil bunga, buah dan tananaman penghijauan tersebut.

“Saya melakukan study tiru terhadap penghasil holtikultura di wilayah Malang, Magetan, Semarang serta daerah lain yang sudah sukses menjadi penghasil holtikultura itu. Saya mengunjungi mereka yang sudah sukses mengembangkan holtikultura, untuk meniru mereka tentang bagaimana bisa sukses berbisnis holtikultura itu,” tegas Mas Karno.

Ditambahkannya, berkali-kali berburu ilmu holtikultura hingga berbulan-bulan dengan telaten dan penuh ketekunan, membuat Mas Karno, satu-persatu memahami dan bisa melakukan kerja di bidang holtikultura tersebut. Dirnya membuat pembibitan segala macam bunga, membudidayakan tanaman untuk bonsai, serta penanaman berbagai tanaman buah.

“Setiap pulang dari study tiru, saya langsung mempraktekkan dengan membuat pembibitan di halaman belakang rumah. Dari ketlatenan dan semangat yang tinggi itu, membuat saya berhasil melakukan pembibitan bunga, buah hingga pohon penghijauan itu,” ungkapnya.

Kades Baureno Sukarno, usai memberikan pencerahan kepada warganya tentang pembibitan bunga, buah dan penghijauan. Selanjutnya, warga diajak ngobrol sekaligus makan bersama dengan penuh kekeluargaan.

Hampir dua tahun dirinya berguru ilmu holtikultura di beeberapa daerah. Hal itulah yang membuat Mas Karno kini telah menguasai tentang membudi dayakan bunga, buah dan penghijauan. Ilmu yang dimiliknya itu, kini mulai ditularkan ke warganya. Sehingga di Desa Baureno saat ini sudah banyak bermunculan warga yang membuat pembibitan bunga, buah dan penghijauan.

Guna menggairahkan warganya untuk menaman tanaman buah, maka pihak Pemerintah desa Baureno untuk setiap tahunnya bakal menganggarkan Dana Desa (DD) untuk memberikan bibit buah secara gratis ke masyarakat dengan target setiap rumah harus memiliki 5-6 macam buah. Sehingga, mereka bisa memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumahnya agar bisa menghasilkan.

Dengan sudah banyaknya warga Baureno yang melakukan pembibitan bunga itu, maka di Baureno segera didirikan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Baureno, yang bakal dipersiapkan untuk menjadi sarana pengelola pemasaran tanaman bunga, buah dan penghijauan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat itu.

“Rencananya, BUMDes Baureno bakal menerima hasil pembibitan bunga oleh warga, termasuk buah dan tanaman penghiajuan yang telah dihasilkan oleh warga tersebut,” ujar Mas Karno, serius.

Berbagai bonsai dari Paguyuban Tunggak Semi warga Desa Baureno. Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang bakal mendukung Desa Baureno Jadi Desa Holtikultura di Kabupaten Bojonegoro.

Masih menurut pria yang dikenal dekat dengan warganya itu, BUMDes akan memanfaatkan halaman rumah warga yang luas untuk berjualan bunga, buah dan bibit penghijauan itu. Akan ada beberapa titik yang akan dimanfaatkan untuk menjual holtikultura yang dihasilkan oleh warga itu. Sehingga Desa Baureno bakal menjadi Desa Holtikultura di wilayah Bumi Angling Dhama itu.

Tak hanya itu, pihak BUMDes juga bakal menampung atau membeli bunga, buah dan tanaman penghijauan yang dihasilkan oleh warga untuk dipasarkan. Sehingga, warga sebagai penghasil tak lagi kesulitan dalam hal pemasaran.

“Tujuan kami, dengan menjadi desa holtikulura itu, Desa Baureno akan menjadi desa yang asri, indah dan nyaman. Yang lebih penting dari itu, warga desa Baureno bisa diberdayakan dengan menjadi penghasil holtikultura. Dengan begitu, warga akan mempeoleh tambahan inkam sehingga warga Baureno akan makin sejahtera,” katanya sambil berharap.

Guna mewujudkan Mimpi Kades Baureno itu menjadi sebuah kenyataan. Semuanya sudah dipersiapkan, sehingga saat BUMDes Baureno mulai dioperasionalkan maka semua akan berjalan dengan lancar dan meraih sukses.

“Dengan berucap Bismillah, Desa Baureno menuju desa holtikultura satu-satunya di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini. Mohon do’anya, semoga semua berjalan lancar sehingga akan membawa masyarakat Baureno menjadi Wong Jonegoro yang bahagia dan sejahtera tentunya,” pungkasnya.

*) Sukisno/ Advertorial.

Loading...
Comments
Loading...