Bus Angkutan Lebaran di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Dilakukan Inspeksi Keselamatan LLAJ

79

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam menggunakan transportasi darat yaitu bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, menggelar
Inspeksi keselamatan LLAJ diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, di Terminal Rajekwesi yang berada di Jalan Veteran, Bojonegoro, Senin (4/6/2018) pagi.

Direktorat Keselamatan Transportasi Darat, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan melakukan inspeksi keselamatan atau semacam ramp check yang biasanya dilaksnakan di setiap bandara, hal itu mengecek kesiapan armada sebelum jalan.

Jelang hari raya Idul fitri 1439 Hijrah yang bertepatan dengan tahun 2018 Masehi ini, 356 bus yang bakal dimanfaatkan masyarakat untuk mudik dan balik saat Lebaran harus dalam kondis baik dan laik jalan. Sehingga semua bus yang terdaftar di Terminal Klas A Rajekwesi Bojonegoro, dilakukan ramp check, guna melihat apakah kendaraan tersebut layak jalan apa tidak.

Kepala UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo bersama tim penguji lainnya, saat melakukan inspeksi keselamatan LLAJ bus di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa timur, Senin (4/6/2018).

Kepala UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo, saat dimintai komentarnya tentang kegiatan inspeksi keselamatan LLAJ itu mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan angkutan lebaran tersebut apakan layak jalan atau tidak.

“Jika tak layak jalan maka kendaraan yang bersangkutan tak diperbolehkan beroperasi. Jika terdapat pelanggaran akan ditilang. Namun, jika pelanggaran ringan maka bisa dilakukan pembenahan di tempat atau di Terminal Rajekwesi ini. Setelah laik jalan baru diperbolahkan untuk beroperasi lagi,” demikian ditegaskan Kepala UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo, Senin (4/6/2018).

Seperti halnya, dengan bus Dali Mas dengan nopol S-7030-UA yang ditunda tidak boleh jalan karena kondisi ban luar cacat dan dikhawatirkan bisa meletus hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Harapan Pemerintah masyarakat bisa aman dan nyaman saat mudik atau balik dengan menggunakan angkutan umum tersebut.

Ditambahkan, Objek yang diinspeksi diantaranya sistem penerangan, komponen pendukung, perlengkapan kendaraan bermotor, ban, tanggap darurat, bagian badan kendaraan, sistem penerus daya, rem, dan alat kemudi.

Dalam kegiatan tersebut, kerja bareng Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Sat Lantas Polres Bojonegoro dan Dinas Kesehatan Bojonegoro.

“Kami dari UPT Terminal, dari Dishub sebagai Penanggung jawab kegiatan adalah Suhartono dan dari sat Lantas hadir Kanit Turjawali Lantas Polres Bojonegoro Ipda Luluk Setiyono, serta ada dari Dinas Kesehatan yang masih dalam perjalanan menuju Terminal ini,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Sentot itu.

Masih menurut Mas Sentot, kegiatan akan dilaksanakan selama 2 (hari) yakni Senin (4/6/2018) kegiatan dimulai pukul 09:00 wib dan berakhir pukul 12:00 wib. Sedangkan Selasa (5/6/2018), kegiatan dimulai pukul 12:00 wib hingga berakhir pukul 15:00 wib. Dalam dua hari ditargetkan semua bus sudah selesai diperiksa apakah layak jalan atau tidak.

“Kegiatan semacam ini sangat positif, sebab bisa menjadikan pengemudi lebih waspada dan peduli akan keselamatan dirinya dan penumpang yang diangkutnya itu. Dengan kegiatan ini, angka kecelakaan di jalan dapat jauh berkurang,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...