Bupati Bojonegoro Serahkan Alat Rekam Data Kependudukan Dan Pemanfatan Data Kecamatan, di GOR Gayam

67

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro gelar Sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data yang diselenggarakan di GOR (Gedung Olahraga) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa, (19/11/2019).

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah berkenn hadir dan memberikan pengarahan di acara tersebut. Orang nomor satu di Jajaran Pemkab Bojonegoro itu, menyampaikan tentang pentingnya pelayanan adminstrasi kependudukan yang akurat dan efisien yang berbasis kecamatan.

“Masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) atau ke Pelayanan Publik yang ada di Jalan Veteran, Bojonegoro Kota, untuk mengurus atau update data kependudukan sebab mereka hanya cukup daan ke Kantor Pelayanan yang berada di Kecamatan masing-masing.

Masih menurut Bu Anna – demikin Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – bahwa hal itu, tentu juga harus diimbangi dengan kesiapan sarana-prasarana, SDM (Sumber Daya Manusia) dan tenaga operator yang mumpuni penggunaannya di bidang IT (Informasi dan Teknologi), agar tidak terjadi human error.

“Jika data yang masuk itu benar, tentu data yang keluar juga pasti benar. Sebaliknya, jika data yang masuk salah, pasti data yang keluar juga akan salah. Makanya, data itu harus diteliti dan dipastikan kebenaranya sebelum dikirim,” tegas Bu Anna, Selasa (19/11/2019).

Loading...

Lanjut Bu Anna, bahwa seluruh Kepala Desa beserta Perangkatnya harus tahu kriteria penduduknya, mana yang kategori tidak mampu dan kategori yang sudah mampu. Sebaiknya, kedepankan pelayanan terlebih dulu daripada administrasi, agar masyarakat bisa tertolong dan terlayani dengan baik.

Di tahun 2020 mendatang, Pemkab Bojonegoro sudah mengalokasikan anggaran sebesar 166 miliar untuk premi BPJS, di akhir Desember 2019 ini data harus terkumpul.

Guna menyelesaikan kegiatan tersebut, hendaknya Camat harus melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Desa (Pemdes). Termasuk antara pihak desa harusa ada MoU dengan RT/RW agar Pemkab bisa menganalisis, mengolah data dan membuat program kebijakan pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.

“Ketahanan Negara Berawal Dari Keakuratan Data Kependudukan”, jelas bupati.

Diakhir sambutan, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah berkenan menyerahkan satu set peralatan rekam kependudukan kepada Camat Gayam Agus Haryana yan diserahkan secara simbolis.

Sebelumnya, amata Gayam Agus Hariyana menuturkan, bahwa dengan dilaksanakan Sosialisasi Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan, harapannya seluruh warga agar segera memenuhi seluruh dokumen administrasi kependudukan secara lengkap.

“Administrasi kependudukan secara lengkap itu meliputi, KTP electronik, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, akte kematian, akte perkawinan, akte perceraian, dan kartu identitas anak agar dapat dipenuhi dan dimiliki sebab jika ada satu data saja yang salah maupun kurang lengkap maka akan berpengaruh ke pengurusan data yang lain,” ungkap Agus Hariyana.

Tampak hadir, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro Mochamad Qosim, Forkopimcam Gayam, Kepala Desa Kabupaten Bojonegoro wilayah barat serta undanan lainnya.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More