Bu Anna Lakukan Pembinaan Bagi Tenaga Kesehatan 8 Kecamatan, di Tambakrejo

187

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah kembali memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang berada di Wilayah Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (12/09/2019).

Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Plt Dinas Kesehatan Bojonegoro Dr Ahmad Hernowo, Para Kepala Puskesmas dan tenaga-tenaga kesehatan, dokter, bidan, perawat, ahli gizi, baik PTT maupun THL zona IV yang meliputi Kecamatan Tambakrejo, Ngraho, Bubulan, Gondang, Sekar, Temayang, Margomulyo dan Ngambon.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah menyampaikan tentang pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Dalam management kesehatan harus bersifat promotif, preventif, dan kuratif,” ujar Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, serius.

Masih menurut Bu Anna  demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – mengenai penanganan terhadap warga-warga yang mempunyai resiko tinggi, yaitu penyakit kronis, penyakit menular, dan penyakit musiman harus tetap diwaspadai dan ditangani secara serius. jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan yang bisa merugikan masyarakat.

Loading...

Ditambahkan, indikator IPM (Indeks Pembangunan Masyarakat) adalah untuk membangun fisik, juga membangun non fisik seperti bantuan-bantuan MCK (Mandi Cuci Kakus) di beberapa wilayah yang akan segera turun.

“Dalam penyusunan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa),  agar Para Kades memasukkan komponen seperti gizi buruk, stunting, dan keluarga yang memiliki MCK yang tidak layak harus di data semua. Pelaksanaan epmbangunannya bisa menggunakan anggaran Dana Desa (DD) atau bisa disupport dari Pemkab Bojonegoro,” ungkap Bu Anna.

Disamping itu, Bu Anna juga menghimbau agar para tenaga kesehatan fokus pada penanganan gizi buruk anak-anak, dan stunting secara serius.

“Mohon untuk segera update dan melakukan pendataan ulang. Semua didata secara faktual di desa-desa sesuai format faktor asupan gizi atau karena faktor keturunan. Karena dengan data yang bagus akan menghasilkan analisa yang bagus, analisa yang bagus akan menghasilkan kebijakan yang tepat,” ujar Bu Anna menegaskan.

**(Yan/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More