Bojonegoro Obral Undian Mobil hingga Umroh, DPMD Minta Panitia Tegakkan Aturan

22

Bojonegoro – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro meminta panitia pelaksana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2020 harus berani menegakkan aturan. Utamanya di dalam menyikapi dugaan pelanggaran oleh setiap Calon Kepala Desa (Cakades).

Melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa pada DPMD Bojonegoro, Iramada Zulaikah menegaskan, bahwa panitia Pilkades harus bertindak mengacu aturan main yang berlaku. Yaitu tetap berpijak sesuai peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup) tentang pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bojonegoro.

“Kita tegaskan kepada panitia pelaksana pemilihan kepala desa agar lebih berani menegakkan aturan yang berlaku,” tandas Zulaikah, saat ditanya mengenai beredarnya beberapa gambar Cakades yang mengobral undian berhadiah, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, di dalam aturan sudah dijelaskan rinci termasuk beberapa larangan bagi setiap calon. Sesuai Perda nomor 13 tahun 2015, tepatnya ayat 1 huruf J diterangkan terkait larangan kampanye menjanjikan ataupun memberikan sesuatu dalam bentuk uang/materiil. “Itu tidak boleh,” tegas Ira, sapaan akrabnya.

Perlu diketahui berdasarkan penelusuran Media telah beredar gambar sejumlah calon kepala desa telah menjanjikan undian berhadiah menarik. Di antaranya handphone (Hp), motor, mobil sampai hadiah berangkat umroh. Adapun cara-cara ini diduga sebagai media untuk meraup suara masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Loading...

Adapun pelaksanaan pilkades serentak akan berlangsung pada tanggal 19 Februari 2020, tepatnya hari Rabu pon. Total sebanyak 233 desa di Kabupaten Bojonegoro.

Yasir /red

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More