Berpamitan Hendak Cari Rosokan, Pemuda Asal Penganten, Balen Ini, Ditemukan Tewas Akibat Tennggelam

0 652

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Ditemukan mayat seorang laki-laki di aliran sungai, turut Desa Bulaklo RT 014, RW 002, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (19/1/2019) sekira pukul 11:00 WIB.

Ternyata, diketahui sesosok jasad korban seorang laki-laki itu, bernama Miftakhul Khoiri (28), warga Dusun Sawal Desa Penganten Kecamatan Balen, Bojonegoro, yang telah dilaporkan oleh keluarganya ke Mapolsek Balen, Jum’at (18/1/2019).

Korban dialporkan pergi meninggalkan rumah sejak Kamis (17/1/2019), hingga Jum’at (18/1/2019) tak kunjung balik ke rumah sehingga pihak keluarga telah mencarinya kemana-mana tapi tak menemukan korban, sehingga mereka melaporkan hilangnya korban ke Mapolsek Balen, sebagai orang hilang.

Kejadian itu, bermula saat korban berpamitan ke kakeknya, untuk mencari barang bekas atau rosokan, keluar rumah dengan membawa karung, Kamis (17/1/2019), sekira pukul 14:00 WIB.

Ternyata, korban ditemukan oleh Sairin (65), warga Dusun Mampil, Desa Penganten, Kecamatan Balen itu di bantaran sungai yang tak jauh dari rumah Sairin yang juga saksi dalam kejadian naas tersebut.

Mengetahui ada sesosok mayat laki-laki, yang tersangkut atau tergeletak di pinggir sungai, dalam keadaaan tertelungkup. Hal itu, membuat saksi mendekati mayat tersebut dan diketahui jika jasad yang ditemukan itu adalah mayat Miftahkul Khoiri, seorang warga Desa penganten Balen, yang tiga hari sebelumya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Kapolsek Balen AKP Rasito kepada rakyatindependen.co.id membenarkan adanya laporan hilang di wilayahnya, yang ternyata ditemukan tenggelam dalam kondisi meninggal dunia, di aliran sungai, turut Desa Desa Bulaklo RT 014 RW 002 Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (19/1/2019) sekira pukul 11:00 WIB.

Kapolsek menambahkan bahwa setelah menerima laporan, petugas Polsek Balen bersama petugas medis dari Puskesmas Balen, segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan identifikasi dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban oleh petugas dengan dibantu warga, dievakuasi untuk dibawa ke rumah duka,” kata AKP Rasito.

Berdasarkan hasil identifikasi terhadap mayat korban, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 170 sentimeter, kulit sawo matang, rambut lurus pendek. Korban mengenakan kaos oblong warna kunig dan memakai celana pendek warna kuning

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Balen, menyebutkan bahwa di tubuh korban tak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata Kapolsek.

Pihak keluarga korban bisamenerima adanya peristiwa tersebut, mereka menganggap bahwa yang terjadi itu adalah musibah dari Allah SWT sehingga tidak mengijinkan pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap korban.

Selanjutnya, pihak kepolisian meminta keluarga korban untuk membuat surat pernyataan bermaterai dengan janji tak akan menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian naas tersebut.

“Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban langsung diserahkan kepada ahli warisnya untuk segera dikebumikan,” pungkasnya.

**(Kis/Red).