Berniat Mengecek Bibit Padi di Sawah, Seorang Petani Asal Leran, Kalitidu Ini, Ditemukan Tewas

0 667

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Seorang petani ditemukan meninggal dunia di area persawahan, turut Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Adalah Sarsi (66), jenis kelamin Laki laki, yang beralamatkan di Desa Leran RT 003, RW 001, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, yang ditemukan tewas di area persawahan, yang tak jauh dari rumahnya itu, Jumat (14/12/2018) sekira pukul 11:30 wib.

Kejadian nahas itu berawal saat korban bernama Sarsi (66), hari Jumat, (14/12/2018) sekira pukul 06:00 wib, panit untuk berangkat je sawah lihat bibit padi (wineh, Jawa red) yang ditanamnya. Sekira pukul 11:00 wib, Sarimin yang juga saksi dalam kejadian tersebut, minta agar Suryanto pergi ke sawah untuk melihat korban yang dalam kondisi terlentang di area persawahan itu.

Selanjutnya, mereka berdua yakni, Sarimin dan Suryanto melihat secara langsung kondisi korban yang terlentang di area persawahan tepatnya di bawah pohon kersen. Setelah di ceck ternyata korban sudah tak bernyawa lagi alias sudah meninggal dunia.

Mengetahui kondisi korban telah meninggal dunia, selanjutnya Suryanto menelpon Ngadirojo yang juga Ketua RT setempat untuk datang ke sawah menjemput mayat korban. Tak lama kemudian, Suryanto datang dengan menggunakan ambulance, untuk dievakuasi ke rumah duka. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kalitidu.

Kapolsek Kalitidu AKP Sugimat,S.Ag, kepada para awak media membenarkan adanya kejadian adanya warga Desa Leran, Kalitidu yang meninggal dunia mendadak di area persawahan, Jum’at (14/12/2018) sekira pukul 11:30 wib.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, kepala dan wajah bisa dikenali di bagian tubuh tidak ada tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan di tubuh korban. Sehingga korban dinyatakan meninggal dunia secara wajar. Diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya itu,” ungkap Kapolsek Kalitidu AKP Sugimat.

Menurut keterangan dari keluarga korban, 2 (dua) hari sebelumnya korban baru sembuh dari sakit sampai korban tak bisa berjalan. Dimana, korban juga mempunyai riwayat sakit yang sudah komplikasi.

Oleh keluarganya, korban tak diperbolehkan diotopsi sehingga mereka diminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai. Salah satu pointnya adalah, pihak keluarga bisa menerima kematian korban dengan lapang dada. Mereka berjanji tak akan menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red).