Bawaslu Pastikan APK Pemilu 2019 di Bojonegoro di Masa Tenang Hari Kedua Ini Sudah bersih

109

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Memasuki Masa Tenang Minggu (14/4/2019) masih ditemukan beberapa alat peraga kampanye (APK), yang masih banyak yang terpampang di sepanjang jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan poros desa yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa timur.

Hal itu, sesuai dengan keluhan masyarakat di beberapa sosial media (sosmed) hingga ditulis di berbagai media online, baik lokal maupun nasional yang ada di Bumi Angling Dharma ini.

Mendapat laporan tersebut Bawaslu Bojonegoro, langsung memerintahkan kepada Jajaran Panwas Se-Kabupaten Bojonegoro yang didampingi oleh anggota Satpol PP di masing-masing kecamatan untuk melakukan pembersihan ulang terhadap apk yang masih tersisa itu.

Dian Nugroho Komisioner Bawaslu Bidang Penindakan, menyatakan jika hari tenang kedua ini, yaitu Senin (15/4/2019) wilayah Kabupaten Bojonegoro, sudah bersih dari alat peraga kamapnye, baik baliho, benner, leaflet atau juga bendera partai.

“Laporan dari semua Panwascam bahwa apk di wilayahnya masing-masing sudah bersih. Mereka membersihkan kembali Minggu malam, setelah ada laporan dari masyarakat bahwa di hari Minggu masih masih ada apk yang belum dibersihkan dan masih tertampang di jalan-jalan itu,” ujar Komisioner Bawaslu Bojonegoro Dian Nugroho, Senin (15/4/2019) siang.

Lanjut Mas Dian – demikian, Komisioner Bawaslu Bojonegoro Dian Nugroho, akrab disapa – tak hanya mempercayai laporan panwascam saja. Tadi malam atau Minggu malam, pihaknya juga melaksanakan patroli siaga pengawas pemilu 2019, dengan menyisir Bojonegoro Kota – Kapas – Balen dan Sumberrejo.

“Kami menemukan masih ada apk di jalur Sumberrejo – Kanor, tepatnya di Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo yang masih terpasang, sehingga kami langsung menghubungi panwascam Sumberrejo untuk membersihkannya apk tersebut malam itu juga,” ungkap Mas Dian.

Pihak Bawaslu memastikan hari ini Senin tanggal 15 April 2019 wilayah Kabupaten Bojonegoro, sudah bersih dari alat peraga kampanye sehingga tak ada lagi kegiatan kampanye di hari tenang ini.

Bawaslu Bojonegoro berharap agar masyarakat menjaga situasi di lingkungan masing-masing, agar tak terjadi kegiatan kampanye di hari tenang ini dan jangan sampai ada money politik atau politik uang karena hal itu akan bisa dikenai tindak hukum pidana pemilu.

Masih menurut Mas Dian, merujuk Undang-undang nomor 7 tahun 2017 Tetang Pemilihan Umum pasal 523 yang mengatur tentang pidana pemilu, membagi pidana money politic menjadi tiga tahap.

“Untuk tahap pertama, money politic pada masa kampanye dengan ancaman pidana 2 (dua) tahun dan dengan Rp. 36 Juta. Tahap kedua pada masa tenang dengan ancaman pidana 4 (empat) tahun dan denda Rp. 48 Juta. Sedangkan, untuk tahap ketiga, saat pelaksanaan pemungutan suara dengan subyek setiap orang yang melakukan money politic diancam pidana 3 (tiga) tahun penjara dan denda Rp. 36 Juta,” tegasnya.

Ditambahkan, Bawaslu terus menerus melaksanakan Patroli Siaga Pengawas Pemilu 2119 di wikayah Kabupaten Bojonegoro ini. Dimohon masyarakat juga membantu Bawaslu Bojonegoro untuk melakukan pencegahan adanya money politic ini dan melaporkannya ke panwascam atau langsung ke Bawaslu Bojonegoro.

**(Kis/Red).

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy