Astagfirllah! Seorang Warga Wadang, Ngasem, Sudah Bertitel Hajjah Lakukan Gantung diri, Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh

2,036

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Lagi, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tragisnya, kali ini yang melakukan aksi gantung diri itu adalah seorang perempuan yang sudah pernah naik haji yaitu Hj Suliswati (40) dan nekad gantung diri karena sakit yang tak kunjung sembuh.

Peristiwa gantung diri yang dilakukan Hj Suliswati yang tinggal di Desa Wadang, RT 012, RW 004, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu, Rabu (1292018) sekira pukul 0800 wib, dketahui pertama kali oleh Sumi (47) yang masih saudara korban dan juga bertetangga dengan korban.

Saat itu, Sumi bertandang ke rumah korban. Saat mengetuk pintu rumah korban tak ada yang menjawabnya. Ternyata pintu rumah tak terkunci sehingga Sumi yang juga menjadi saksi pertama dalam kejadian itu, langsung masuk ke rumah korban.

Saat berada di ruang tengah, saksi melihat korban sudah dalam posisi menggantung di pengkeret rumah dengan menggunakan seutas tali warna kuning. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung membangunkan anak-anak korban yakni Yuan Haku dan Jois Slamet Widodo yang masih tertidur di kamar rumah depan dan saksi berteriak minta tolong ke warga sekitar.

Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Kades Wadang yang diteruskan ke Mapolsek Ngasem. Guna menindak lanjuti kejadian itu, pihak Polsek langsung datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan didampingi Tim Medis dari Puskesmas Ngasem, guna melakukan pemeriksaan penyebab meninggalnya korban.

Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, kepada para awak media membenarkan adanya kejadian meninggalnya Hj Suliswati, seorang warga Desa Wadang, RT 012, RW 004, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu, Rabu (1292018) sekira pukul 0800 wib.

“Korban nekad gantung diri dengan cara mengikatkan tali tampar plastik warna kuning, yang diikatkan dipengeret rumahnya yang ada di ruang tengah rumah korban. Saat diketahui korban gantung diri, saksi sempat mengendorkan tali tampar yang ada di leher korban sehingga posisi kaki sudah menempel ke lantai,” tegas Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH.

Kondisi korban, saat gantung menggunakan tali warna kuning dengan panjang tali simpul dari pengeret rumah ke leher 84cm, tinggi dari pengeret ke tanah 205 cm. Terdapat, bekas jeratan di leher korban. Dikemaluan korban mengeluarkan cairan.

Berdasarkan pemeriksaan luar, yang dilakukan Tim Medis dari Puskesmas Ngasem Dr Silvy dengan dibantu Wati Bidan setempat, menyebutkan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri. Sebab, tak ditemukan bekas kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Selanjutnya, pihak keluarga membuat surat pernyataan bermaterai bahwa korban tak diijinkan untuk dilakukan otopsi. Pihak keluarga korban juga menyatakan tak akan menuntut siaapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

“Menurut pihak anak dan saudaranya, korban sakit dan tak kunjung sembuh, sehingga nekad gantung diri,” pungkasnya.

Yang datang ke TKP, Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, Kamit Reskrim Aiptu Himawan,SH, Kanit Intel Bripka Lasman, Bhabinkamtibmas Bripka Sarwono, Anggota jaga Brigadir Toni, Dr Silvi dari Puskesmas Ngasem, Bidan desa Wati, Satpol PP Kecamatan Ngasem Andika, Kades Wadang Yakup serta warga sekitar.

(KisRed).

Loading...
Comments
Loading...