Anggarkan Program Aladin PEMKAB Bojonegoro sebesar Rp56 Miliar

49

Salah satu rumah warga miskin di Bojonegoro setelah direhab melalui program aladin.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 2020 ini menyiapkan anggaran Rp56 miliar untuk program bedah rumah warga miskin yang meliputi atap lantai dinding atau Aladin.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 3.200 rumah tidak layak huni (RTHL). Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari dua tahun sebelumnya. Tahun 2018 sebanyak 631 unit, dan 1.711 unit pada tahun 2019 lalu.

Kepala Seksi Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Sarifuddin menjelaskan, rehap rumah tidak layak huni ini untuk membantu warga tidak mampu agar memiliki rumah yang aman dan nyaman ditempati.

“Program Aladin ini merupakan salah satu dari 17 program prioritas Pemkab Bojonegoro,” ujarnya .

Loading...

Rehab rumah yang dilakukan meliputi atap, lantai dan dinding. Untuk rangka atas memakai kayu dengan atap asbes, tembok setengah badan dan kalsiboar, dan lantainya memakai paving ukuran 20×20.

“Kenapa kita paving, kalau diplester mudah retak karena kondisi tanah kita gerak. Selain itu bisa jadi pondasi, jika nanti mereka mampu dan memiliki rezeki dapat ditingkatkan seperti keramik,” tutur Udin, sapaan akrabnya.

Penerima program Aladin merupakan usulan dari Pemerintah Desa. Pemdes mengajukan proposal disertai foto kondisi rumah, kartu tanda penduduk (KTP).

“Selain itu mereka masuk basis data terpadu atau BDT,” tandas Udin.

Pengerjaan rehab rumah dilaksanakan oleh pihak ketiga. Setiap unit dianggarkan Rp17,5 juta. Nilai tersebut sudah termasuk pajak.

“Kalau diswakelola khawatirnya dengan anggaran itu tidak bisa jadi. Tapi kalau kontraktor kita tidak ada resiko dan pasti jadi,” pungkasnya.

Sementara itu, data dari Kecamatan Gayam ada sejumlah desa di wilayah setempat yang mendapatkan program Aladin. Salah satunya Desa Mojodelik.

“Kalau Mojodelik sekitar 9 warga. Untuk desa lain pastinya besok saya tanyakan bagian Kesra,” sambung Camat Gayam, Agus Hariyana, Minggu (12/1/2020) malam.

Agus mengapresiasi bantuan tersebut karena sangat dibutuhkan warga miskin untuk mendapatkan rumah yang layak huni.

“Mereka jadi nyaman dan aman menempati rumahnya. Apalagi saat musim hujan yang disertai angin kencang seperti ini,” pungkasnya.(yas/naim)

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More