Alami Gizi Buruk! Balita asal Lamongan Meninggal Dunia

32

LAMONGAN, Rakyatindependen.co.id
Dua hari dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya, Meilani Alfira Damayanti (2,8 tahun), bayi penderita gizi buruk asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan meninggal dunia, Sabtu (18/1/2020).

“Ya, Dik Alfi meninggal dunia pukul 11.00 WIB. Semoga tidak ada yang seperti Dik Alfi lagi berikutnya di desa kami,” kata Zuli, tetangga rumah orang tua Alfira.

Sebelumnya, Humas RSUD dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo Siswoyo menuturkan, Alfira dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (16/1/2020) sore, karena kondisinya belum bisa menyerap makanan dengan baik.

Sementara Yani Khoirurakhmawati, salah seorang dokter yang ikut menangani Alfira selama dirawat di RSUD dr Soegiri mengatakan, Alfira mengalami malabsorbsi, atau kondisi dimana makanan tidak dapat diserap tubuh dengan baik.

“Sehingga butuh penatalaksanaan dan evaluasi lebih lanjut, di rumah sakit yang memiliki peralatan dan spesialisasi lebih,” ujarnya.

Loading...

Penyebab malabsorbsi, terang yani, karena lambung, usus, hingga hormon pencernaan anak dari pasangan suami istri, Dwi Novita dan Suwarsono itu yang kemungkinan tidak berfungsi dengan semestinya.

Saat dirawat di RSUD dr Soeagiri, pekan lalu Alfira sempat dijenguk oleh Bupati Fadeli dan jajaran Forkopimda Lamongan. Dalam kesempatan itu, dia meminta pihak RSUD dr Soegiri untuk mempriotitaskan dan menggratiskan semua biaya pengobatan Alfira.

Fadeli juga mengintruksikan kepada jajarannya, agar terus mendata jumlah anak penderita gizi buruk, sehingga isa cepat tertangani. Sedangkan kondisi Alfira dinilai sudah terlambat ditangani.

Sementara itu Kepala Dinkes Lamongan, Taufiq Hidayat menuturkan di Lamongan ditemukan sebanyak 230 anak penderita gizi buruk. Jumlah tersebut tersebar di 33 Puskesmas di 27 kecamatan.(Yas/bud)

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More