Akibat Depresi Membuat Seorang Warga Jumput, Sukosewu Ini, Gantung diri di Pohon Nangka

0 390

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Lagi, seorang warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (Kendhat, Jawa red).

Kali ini, pelaku sekaligus korban gantung diri bernama Sodikun (55), yang tinggal bersama orang tuanya di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro. Korban ditemukan menggantung di sebuah pohon nangka yang tak jauh dari rumahnya, Jumat (8/2/2019) sekira pukul 05:30 WIB.

Diduga, yang menjadi penyebab korban nekat gantung diri, dikarenakan korban depresi akibat sakit paru-paru yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Kapolsek Sukosewu, AKP Pujiono, kepada para awak media membenarkan kejadian gantung diri yang ada di wilayahnya itu.

Berdasarkan keterangan dari ayah korban Mandar (64) dan tetangga korban Saemah (42), bahwa kronologi kejadian tersebut bermula saat korban keluar rumah sendirian melalui pintu dapur rumahnya dengan berjalan kaki, Kamis (7/2/2019), sekira pukul 22:30 WIB,

Berhubung korban tak pulang-pulang, sehingga keluarga korban berusaha mencari di sekitar rumah, namun saat itu korban diketemukan

Saat Saemah (42) yang juga tetangga korban bangun dari tidur dan membuka pintu dapur rumahnya, Saemah yang juga saksi dalam kejadian itu, melihat korban sudah menggantung di pohon nangka, Jum’at (8/2/2018) sekira pukul 05:30 WIB

“Mengetahui kejadian itu, Saemah langsung berteriak minta tolong dan mengajak warga sekitar untuk melihat kondisi korban yang telah menggantung di pohon nangka yang berada di samping rumahnya itu,” ungkap Sukosewu, AKP Pujiono.

Mendengar teriakan saksi, para warga segera berdatangan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sukosewu.

“Petugas yang datang ke TKP langsung mengevakuasi korban ke rumah duka, yang tak jauh dari lokasi kejadian itu,” tutur Kapolsek.

Dari hasil olah TKP, diketahui korban gantung diri menggunakan tali tampar warna biru yag diikat pada pohon nangka.

Sedangkan berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 161 sentimeter, berat badan 40 kilogram, perawakan kurus, kulit sawo matang, rambut hitam lurus pendek. Korban mengenakan kaos lengan pendek warna abu-abu kombinasi hitam dan celana pendek warna biru kombinasi hijau.

“Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban dipastikan meninggal dunia akibat gantung diri,” jelas Kapolsek.

Sedangkan, menurut keterangan keluarganya, korban menderita penyakit paru-paru dan komplikasi, sehingga korban diduga mengalami depresi.

“Diduga, motif korban hingga gantung diri, karena depresi akibat penyakitnya tidak kunjung sembuh,” kata Kapolsek menegaskan.

Pihak keluarga korban tak mengijinkan , jika korban harus diotopsi sehingga ahli waris korban diminta untuk membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat desa setemat, bahwa mereka tak akan menggugat siapapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

“Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk segera dikebumikan,” pungkasnya.

**(Kis/Red)

Top of Form