Akhirnya Ditemukan, Seorang Penambang Pasir Yang Tenggelam, di Bengawan Solo Turut Desa Kabalan, Kanor

996

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Kecelakaan air atau yang biasa disebut Laka air, kembali terjadi di aliran sungai Bengawan Solo, turut Desa Kabalan, Kecamatan kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (9/2/2019), sekira pukul 16:30 WIB.

Peristiwa itu berawal saat ketiga orang yakni, Suwarno (52), Faris (11) dan Muadim (40), sedang hendak menepi dengan perahunya usai mencari pasir di Bengawan solo dengan cara manual itu. Mereka bertiga hendak mengangkat jangkar perahu dari dasar sungai dan menarik perahu yang terbuat dari seng itu.

Ternyata, perahu yang ditumpangi itu malah terguling dan ketiganya tercebur di sungai terpanjang di pulau Jawa itu.

Kepala desa Kabalan Mochamad Slamet, kepada para awak media, Minggu (10/2/2019), membenarkan jika warganya telah mengalami nasib naas, tenggelam di aliran Bengawan solo, Sabtu (9/2/2019), sekira pukul 16:30 WIB.

“Saat tali jangkar ditarik bersama-sama, ternyata perahu yang ditumpanginya itu terbalik dan mengakibatkan mereka bertiga tenggelam,” kata Kades Kabalan, Mochammad Slamet, serius.

Saat ketiganya tenggelam, salah seorang yang terampil berenang adalah Muadim asal Desa Piyak, Kecamatan Kanor yang berusaha menolong Suwarno akan tetapi selalu leas sehingga akhirnya dia menolong Faris yang juga anaknya Suwarno itu.

“Menolong Suwarno beberapa kali lepas, sehingga Muadim akhirnya memutuskan untuk menolong Faris yang juga anaknya Suwarno yang menjadi korban tenggelam tersebut,”

Ditambahkan Mochammad Slamet, Muadim berhasil menolong Faris akan tetapi Suwarno tak berhasil diselematkan karena sudah tenggelam terseret arus Bengawan Solo yang cukup deras itu.

“Usai menolong dan membawa Faris ke tepi sungai, selanjutnya Muadim yang juga saksi dalam kejadian itu, langsung melaporkan peristiwa naas itu kepada kepala desa setempat. Selanjutnya, laporan diteruskan ke Polsek kanor dan BPBD Bojonegoro, untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Tim SAR BPBD Bojonegoro, dengan dibantu Tagana, Polsek Kanor, Koramil Kanor, Kepala desa, parades dan Linmas setempat, yang dimulai pencarian Minggu (10/2/2019), sekira pukul 09:00 WIB.

“Pencarian dilakukan dengan menggunakan 1 (satu) perahu fiber dari BPBD Bojonegoro dengan dibantu perahu nelayan milik warga setempat,” demikian disampaiakan Plt Kepala pelaksana BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia melalui Kasi Kesiapsiagaan Eko Susanto,Minggu (10/2/2019), sore.

Ditambahkan, pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran mulai dari TKM (Tempat Kejadian Musibah) hingga ke hilir sekitar 1 kilo meter. Sebelumnya, usai kejadian Sabtu (9/2/2019), sekira pukul 16:30 WIB, sudah dilakukan pencarian hingga malam hari oleh warga setempat namun tak membuahkan hasil.

“Hingga petang ini, korban tenggelam di Bengawan solo belum juga ditemukan. Pencarian akan dilakukan esok hari,” pungkas pria yang akrab disapa Pak Eko itu.

Korban Ditemukan Warga

Rencananya, besok Senin (11/2/2019), korban yang belum ditemukan hendak dilakukan pencarian lagi. Namun, Minggu (10/2/2019), sekira pukul 21:20 WIB, korban ditemukan di lorong Ager-ager, turut Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor.

“Alhamdulillah, korban sudah ditemukan oleh warga yang jaraknya sekitar 2 kilo meter dari TKM. Terima kasih, kepada masyarakat yang telah membantu tugas Tim SAR BPBD Bojonegoro dalam melakukan pencarian korban,” demikian disampaikan Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia, dalam releasenya, Minggu (10/2/2019), malam.

**(Kis/Red).

 

 

Loading...