Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Rakyatindependen.co.id – 16 September 2026 | Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memutuskan untuk menghabiskan waktu luangnya dengan memancing ikan nila di kolam belakang rumahnya. Hal ini menjadi pilihan sederhana Purbaya setelah tidak lagi memegang jabatan sebagai Menteri Keuangan. “Saya mau mancing ikan nila dan mujair. Gue punya kolam di belakang, jadi bisa mancing belakang rumah sambil ngelamun kenapa dipecat,” ujar Purbaya usai serah terima jabatan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Purbaya mengaku merasa lebih lega setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Dia menyatakan bahwa kini bisa tidur lebih tenang tanpa beban pekerjaan yang membebani pikirannya. “Ya, udah happy, bebas. Nanti malam saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok udah tenang, aman,” ucapnya.
Sementara itu, di sektor perikanan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan target pengembangan budi daya ikan darat tematik di 40.000 lokasi untuk memperkuat penyediaan protein ikan nasional. Program ini merupakan bagian dari program prioritas sektor kelautan dan perikanan periode 2026-2029. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut bahwa budi daya ikan darat tematik akan dikembangkan di 40.000 titik yang tersebar di 500 kabupaten/kota.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan program tersebut dikembangkan di 4.000 lokasi di seluruh Indonesia. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa pemerintah telah mengembangkan program ini di sekitar 100 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Komoditas yang menjadi fokus pengembangan antara lain ikan lele dan ikan nila, karena kedua jenis ikan tersebut relatif mudah dibudidayakan dan memiliki masa pemeliharaan yang singkat.
Pelaksanaan program ini akan melibatkan pemerintah desa sebagai penerima program, yang dapat melibatkan masyarakat, kelompok masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hasil budi daya dirancang dipasarkan melalui koperasi atau lembaga pengelola kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar tradisional, pelaku usaha pengolahan, rumah makan, dan jaringan ritel.
KKP telah menetapkan sejumlah syarat untuk calon lokasi yang akan menerima program ini, termasuk kesiapan lahan milik atau yang dikuasai desa maupun kelurahan, serta pengelola yang mampu menjalankan kegiatan budi daya. Calon lokasi juga didata berdasarkan sejumlah aspek kesiapan, seperti sumber air, kesesuaian tata ruang, akses jalan, serta ketersediaan jaringan listrik minimal 2.200 volt ampere (VA).
Pengembangan budi daya ikan darat tematik ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani, khususnya ikan nila, yang merupakan sumber protein yang penting bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat desa, dengan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam jangka panjang, pengembangan budi daya ikan darat tematik di 40.000 lokasi diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi defisit protein ikan di Indonesia.