265 Kasus Demam Berdarah dan 9 Meninggal, di Kediri

0 33

KEDIRI – Balita Siva (3) rupanya bukan satu-satunya korban meninggal dunia akibat serangan penyakit demam berdarah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Rentang pertengahan bulan Januari ini sudah ada 265 korban baik suspect maupun positif demam berdarah. Dari jumlah itu ada 9 korban jiwa melayang akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti itu.

Padahal jika dibanding pada bulan Desember 2018 yang lalu, menurut data dari Dinas Kesehatan Kediri, jumlah penderita DBD hanya sekitar 205 penderita. Sehingga untuk setengah bulan Januari ini dianggap relatif tinggi jumlahnya.

Dari sumber data yang sama, jumlah penderita DBD untuk Januari tahun 2018 yang lalu ada 151 penderita dan pada Januari 2017 ada 115 penderita.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, mengatakan, banyaknya penderita DBD saat ini karena tengah memasuki siklus demam berdarah yang berlangsung 3 tahunan di Kabupaten Kediri.

“Waktu ini kategori tinggi karena siklus demam berdarah,” ujar Munawaroh, Selasa (15/1/2019).

Bahkan melihat tren yang terus meningkat itu, Munawaroh menambahkan, saat ini pihaknya memasuki sikap waspada Kejadian Luar Biasa (KLB). Kewaspadaan itu dengan meningkatkan pengendalian agar tidak sampai ada KLB.

Loading...

Status KLB sendiri, Munawaroh mengungkapkan, adalah status yang disematkan jika ada kasus peningkatan korban 2 kali lipat atau lebih dari minggu sebelumnya. Atau, adanya peningkatan 2 kali lipat di periodesasi yang sama sebelumnya.

Status KLB

Untuk wilayah Kabupaten Kediri sendiri, kata Munawaroh, sempat terjadi KLB demam berdarah pada tahun 2005 yang lalu.

Saat ini beberapa upaya penanggulangan dan pengendalian demam berdarah menurutnya sudah dilakukan mulai dari pemberantasan sarang nyamuk, ikanisasi, abate, hingga fogging.

“Yang paling penting adalah PSN dan saat ini yang digalakkan adalah jumantik,” imbuhnya.

Dia juga berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan dan pengendalian DBD ini misalnya dengan menjadi kader jumantik yang ada di setiap rumah.

Sumber: Kompas.com

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy