Pentingnya Asuransi Kredit Perdagangan untuk Cegah Gagal Bayar

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 juga berdampak pada dunia perdagangan di Indonesia. Banyak perusahaan menghadapi tantangan yang semakin meningkat untuk membangun dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan, Mulai dari kesulitan mengatur arus kas karena pendapatan yang menurun hingga risiko gagal bayar yang cenderung meningkat. Pada industri perdagangan, seller (penjual atau penyedia barang/jasa) dan buyer (pembeli) masing-masing saling bergantungan. Jika melihat dari sisi seller, mereka menginginkan penjualan yang terus meningkat. Sementara dari sisi buyer, mereka ingin mendapatkan barang secara mudah walau memiliki keterbatasan modal.

Dengan adanya dua sisi kepentingan tersebut, maka diberlakukan adanya pembayaran tempo, yaitu sistem pembayaran yang dilakukan dengan adanya perjanjian tempo waktu tertentu antara seller dan buyer. Meski dapat memudahkan seller dalam mencapai target sales yang diinginkan, namun di sisi lain cara ini dapat memunculkan risiko piutang yang tidak dapat tertagih.

Padahal dalam pencatatan keuangan, piutang dikategorikan sebagai aset karena secara tidak langsung piutang dapat menjadi pemasukan di masa mendatang, yakni ketika buyer melakukan pembayaran atas invoice tagihan. Namun, apabila buyer tidak melakukan pembayaran sesuai dengan waktu yang ditetapkan, maka hal tersebut dapat mempengaruhi arus kas keuangan. Karenanya, seller harus berhati-hati dalam mengelola piutang agar tidak menjadi risiko yang dapat merugikan perusahaan.

Mitigasi Risiko Untuk Melindungi Seller (penjual / penyedia barang)

Untuk meminimalisir akibat dari risiko piutang tersebut, maka seller dapat memiliki asuransi kredit perdagangan, yang dapat melindungi seller terhadap potensi risiko kerugian finansial akibat piutang perdagangan komersial. Apabila pembeli tidak dapat membayar piutang atau pembayaran terlambat, maka polis asuransi kredit perdagangan akan memberikan ganti rugi terhadap kerugian seller dari kredit macet atau gagal-bayar piutang dagang komersil.

Berikut adalah keuntungan memiliki asuransi kredit perdagangan:

  1. Membantu meningkatkan volume penjualan perusahaan dan menjaga hubungan bisnis dengan buyer.
  2. Membantu perkembangan buyer dan aktif dalam me-restrukturisasi piutang apabila hubungan bisnis memungkinkan untuk dipertahankan, sehingga potensi kehilangan pasar akibat terputusnya hubungan bisnis dapat dihindari.
  3. Terhindar dari kerugian perusahaan akibat kredit macet atau gagal bayar dari buyer.
  4. Tidak perlu mengeluarkan biaya penagihan apabila terdapat kredit macet.
  5. Memperbaiki neraca perusahaan akibat piutang tidak terbayar atau mengalami pembayaran yang berlarut-larut dan membantu perusahaan dalam melakukan ekspansi pasar.
  6. Perusahaan lebih bebas dalam memberikan penawaran menarik kepada buyer tanpa takut apabila terjadi gagal bayar.

Asuransi kredit perdagangan tersedia untuk bisnis mulai dari skala kecil seperti UMKM hingga perusahaan besar termasuk bisnis internasional untuk ekspor.

Risiko yang ditanggung asuransi kredit perdagangan

  1. Commercial risk, yakni buyer gagal bayar karena terjadi kebangkrutan, selain itu asuransi ini juga menjadi protracted default dimana kondisi tidak terbayarnya tagihan sesuai waktu yang telah disepakati antara seller dan buyer.
  2. Political risk, yakni terkait dengan aturan dan kebijakan pemerintah yang berdampak negatif terhadap perusahaan sehingga mempengaruhi pembayaran dari buyer. Pada umumnya risiko ini terjadi apabila terjadi transaksi untuk pembeli di luar negeri.

Kapan perusahaan membeli asuransi kredit perdagangan

Asuransi kredit perdagangan melindungi potensi kerugian keuangan karena adanya piutang ragu-ragu (bad debt) atas kebijakan Term of Payment dari buyer. Faktor yang menyebabkan kerugian tersebut antara lain:

  1. Prottracted default, yakni buyer tidak dapat membayar piutang sejak tanggal jatuh tempo invoice dalam kurun waktu tertentu.
  2. Insolvency, yakni buyer mengalami pailit atau bangkrut maupun terjadi penundaan pembayaran atas persetujuan pengadilan.

Ketika seller mengetahui adanya faktor yang dapat menyebabkan kerugian akibat gagal bayar dari buyer, maka sudah semestinya seller memiliki asuransi kredit perdagangan sebagai jaminan untuk melindungi kerugian finansial. Objek pertanggungan asuransi kredit perdagangan adalah sejumlah piutang dari transaksi perdagangan kredit antara pemegang polis dengan buyer.

Memiliki asuransi kredit perdagangan melalui broker asuransi

Produk asuransi dibutuhkan oleh pelaku usaha perdagangan di Indonesia terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi. Agar dapat memiliki asuransi kredit perdagangan dengan manfaat sesuai kebutuhan perusahaan, disarankan untuk bekerjasama dengan broker asuransi, misalnya Marsh Indonesia. Marsh telah berpengalaman dalam mengelola risiko ribuan perusahaan di Indonesia termasuk kredit perdagangan.

Marsh sebagai konsultan risiko dan broker asuransi terkemuka melalui tim spesialis pada asuransi kredit perdagangan akan membantu mengelola risiko perusahaan dengan memberikan pemahaman rinci tentang masalah, dan solusi asuransi kredit sesuai risiko dan industri, serta memberikan layanan konsultasi klaim dan dampak terkait pada profitabilitas.

Dengan manfaat peran broker asuransi tersebut yang memberikan persyaratan dan struktur program asuransi, maka perusahaan dapat meminimalkan risiko terhadap kerugian finansial sekaligus memaksimalkan tingkat perlindungan.

Bisnis

Tinggalkan Balasan