Perkembangan Motorik pada Anak! Bunda Harus Tahu


Perkembangan motorik sendiri merupakan aspek penting guna menunjang kecerdasannya. Seiring bertambahnya usia kemampuan tersebut akan mengalami perkembangan, pesat atau tidaknya tergantung faktor dukungan dari luar yakni lingkungan sekitarnya.

Jenis-jenis Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik mempengaruhi gerak anak, umumnya hal tersebut berdasarkan kematangan fisik dan saraf. Terdapat dua jenis aspek motorik yakni kasar, berhubungan pada aktivitas fisik, dan halus terkait dengan gerakan otot kecil, sehingga kedua elemen tersebut akan berkoordinasi serta bekerja sama.

Perkembangan motorik kasar secara alami akan terbentuk sesuai kematangan fisik yang didukung oleh lingkungan sekitar, misalnya belajar merangkak, berjalan, baru berbicara, dan sebagainya. Motorik halus sendiri adalah dapat berkembang jika mendapat dukungan dari luar, contohnya menggambar, bermain musik, lainnya.

Kemampuan motorik setiap individu tentu berbeda, sehingga bagi para orang tua tentu perlu memahami hal tersebut dapat mengasah kemampuan anak agar lebih tepat sasaran. Hindari untuk memaksakan di luar kebiasaannya, karena kemungkinan besar dapat menyiksa secara psikologis.

Aktivitas yang Dapat Mendukung Kemampuan Motorik pada Anak
Berdasarkan yang sudah dipaparkan di atas, bahwa perkembangan motorik sendiri terbagi menjadi dua, masing-masingnya tentu memiliki fungsi berbeda dan saling melengkapi satu sama lain. Agar lebih maksimal perlu adanya latihan pada rentang usia tertentu.

1. Melatih Duduk
Tahapan melatih duduk sendiri yakni buah hati berusia 4-7 bulan, tepatnya saat sudah bisa berguling serta menahan kepalanya sendiri dengan kuat. Caranya yakni dengan mengajaknya bermain agar kepalanya dapat naik turun, hal tersebut bertujuan untuk melatih kekuatan otot leher.

Cara ke dua yakni dengan meletakkan mainan di luar jangkauannya, sehingga anak akan berusaha mengambilnya. Latihan tersebut dapat menstimulasi koordinasi otot halus, agar lebih kuat serta berproses dengan baik agar tidak mengalami telat saat perkembangannya.

2. Melatih Berjalan
Menstimulasi koordinasi motorik keras ini dapat Anda lakukan saat anak berusia 9-12 bulan. Fase tersebut dimulai dari berdiri menggunakan bantuan benda-benda disekitarnya, biasanya terjadi memasuki usia 8 bulan, sehingga para orang tua harus meningkatkan pengawasan agar tetap aman.

Latihan tersebut dapat Anda lakukan dengan memegang kedua tangannya atau memberi alat bantu, bisa berupa mainan yang didorong atau lainnya. Selanjutnya arahkan anak untuk menekuk lutut agar saat duduk kembali setelah berdiri tidak mengalami kesulitan.

3. Menggambar dan Mewarnai
Saat menggambar dan mewarnai yang diajarkan pada anak PAUD, tujuannya bukan hanya melatih kreativitas saja melainkan juga merangsang motorik halusnya. Alasannya karena menuntut untuk mengkoordinasikan mata dan tangan.

Pada proses ini cobalah untuk melatih anak untuk memegang pensil dengan benar. Saat menggoreskannya, bertujuan untuk melatih mengkoordinasikan motorik halus pada mata dan tangan. Keterampilan yang ada pada jenis motorik tersebut penting untuk dilatih pada jenjang PAUD.

4. Melipat dan Mengancingkan Baju
Latihan ini dapat Anda mulai dengan memberinya beberapa pakaian yang memiliki kancing, bisa menggunakan baju miliknya atau lainnya. Meski terbilang simpel, namun kegiatan tersebut dapat melatih motorik anak dengan baik, karena termasuk kegiatan menyenangkan.

Selain melatih motoriknya, juga untuk mengolah kesabaran serta kemandiriannya dalam kegiatan sehari-hari. Meski terbilang sederhana namun kegiatan tersebut berpengaruh besar dalam mengolah motorik anak, dalam al ini lebih cenderung ke motorik halusnya.

Perkembangan motorik sangat penting untuk dirangsang, baik itu motorik kasar maupun harus. Cara yang digunakan pun bisa dari hal sederhana, paling penting aman bagi si kecil. Jika ragu, Anda dapat mengkonsultasikan kepada orang berpengalaman di bidangnya.

Keluarga, Kesehatan

Tinggalkan Balasan