Warga Sukosewu Keluhkan Jalan Aspal Yang Ditambal Tanpa Menggunakan Aspal

1

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Warga di wilayah Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, keluhkan kondisi jalan poros kecamatan dari Proliman Kapas ke Sukosewu, yang kondisinya 50 persen lebih dalam keadaan rusak berat.

Walaupun sudah ada pembangunan jalan rabat beton di jalur tersebut, akan tetapi baru ada 3 tiitk yang tak lebih dari 3 kilo meter sedangkan sisanya masih berupa jalan aspal yang kondisinya rusak ringan dan rusak berat. Terutama Jalan poros turut Desa Sidodadi yang sudah rusak berat dan Jalan poros yang ada di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu itu.

Yang lebih memprihatinkan adalah jalan poros kecamatan turut IKK (Ibukota Kecamatan) di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu itu, kondisinya rusak berat dan berlubang. Jika musim hujan jalan tersebut kondisinya banjir dan licin hingga menjadi pemicu adanya kecelakaan lalu lintas.

Warga mengeluhkan adanya pemeliharaan jalan aspal yang ditambal dengan batu dan dikasih pasir sungai (Pasir Kali, Jawa red). Pemeliharaan jalan di situ, tidak sekalian di aspal sehingga jika musim panas, kondisi jalan berdebu dan jika musim hujan jalan licin dan membahayakan para pengguna jalan.

Jalan poros kecamatan dari Proliman Kapas ke Sukosewu, tepatnya turut Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang dikeluhkan warga, jalan aspal yang rusak dan berlubang itu, kini ditambal hanya menggunakan batu dan pasir sungai, tanpa menggunakan aspal. (Foto: Sukisno).

“Jalan aspal kok ditambal nggak pakai aspal. Apa Bojonegoro kuwi whis gak kuat beli aspal? Kalau jalan aspal ditambal batu dengan pasir kali itu berarti statusnya menurun dari jalan aspal menjadi jalan makadam. Mosok pembangunan bukan meningkat tapi kok malah menurun?,” kata AW (50) warga Desa Sukosewu, dengan nada tanya, Jum’at (30/3/2018).

Ditambahkannya, di era Bupati Bojonegoro Santoso jalan Proliman – Sukosewu itu, jalan sudah di aspal hot mix. Tapi mengapa di Era Bupati Suyoto, memelihara jalan aspal hot mix saja nggak bisa. Justru dari jalan aspal malah menurun jadi jalan makadam. Kalau ada yang di rabat beton itu baru secuil saja dan jalan paving yang ada, kini juga sudah banyak yang ambles dan rusak alias morat-marit.

Pria yang sehari-harinya jualan di Pasar Desa Klepek itu, berharap agar jalan yang ditambal tepat di depan rumahnya yang turut Desa Sukosewu itu, segera dibenahi dengan di aspal, agar lalu lintas menjadi lancar, ekonomi lancar sehingga rakyat Sukosewu bisa sejahtera.

Masih menurut pria alumni STM Negeri Bojonegoro itu menyampaikan, bahwa keluhan itu dialami semua warga Sukosewu yang mendambakan jalan mulus. “Kalau nggak percaya, sampean tanya warga Sukosewu satu-persatu mereka pasti berharap jalan bisa bagus, syukur-syukur jalan bisa mulus,” katanya sambil berharap.

**(Sukisno/Red).

Loading...
Comments
Loading...