Viral, Terungkap Nasib Terkini Pemuda yang Ancam Tembak Jokowi usai Minta Maaf dan Diamankan Polisi

73

JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang remaja yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/5/2018) lalu.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram bernama @jojo__ismyname.

Dalam video itu, terlihat remaja pria yang bertelanjang dada berteriak-teriak sambil memegang foto Presiden Jokowi.

Tak membutuhkan waktu yang lama, video itu pun langsung menjadi viral di media sosial.

Tak membutuhkan waktu yang lama, video itu pun langsung menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 19 detik ini terdengar banyak ancaman yang dilayangkan remaja itu.
Remaja yang berkacamata itu mengatakan ia akan menembak Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, remaja ini juga berani menyebut Presiden Jokowi gila dan mengancam akan membakar rumah sang Presiden.

S dan orang tuanya meminta maaf (instagram.com)

Ia juga menantang Presiden Jokowi untuk menemuinya.

Akhirnya pihak kepolisian telah mengamankan remaja yang berinisial S tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

“Tadi anggota sudah di depan rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat. Kami bawa tapi beda kendaran, datang ke sini (Polda Metro Jaya),” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018).

S diketahui masih berumur 16 tahun.

Argo juga menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan interogasi dan pemeriksaan pada pelaku.

Pelaku masih di bawah umur dan apa yang ia lakukan adalah sebuah kenakalan remaja.
S mengaku hanyalah bercanda saja dan untuk lucu-lucuan.

“Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap,” ujar Argo.

Pemuda yang hina Jokowi

Permintaan Maaf
Setelah viral dan diusut polisi, pada akhirnya video permintaan maafnya pun muncul di tengah publik dan disebarkan berbagai akun gosip Instagram.

Dalam video berdurasi 55 detik itu terlihat orang tua pelaku mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf.

Dia menegaskan, tak ada niat buruk anaknya untuk menghina Jokowi

“Saya sebagai orang tua mengakui kenakalan anak kami yang baru berusia 16 tahun. Tidak ada niatan untuk menghina bapak Presiden Jokowi. Kenakalan anak kami ini semata-mata untuk menguji kemampuan pihak kepolisian. Pada kesempatan ini saya ortu mohon maaf kepada bapak presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata orang tua pelaku.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan lantaran pelaku yang masih di bawah umur, maka dapat diselesaikan di luar persidangan.

“Penanganan terhadap anak itu bisa diversi (penyelesaian perkara di luar persidangan),” ujar Ari usai acara buka puasa bersama di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).
Berdasarkan penuturan Ari, memang terdapat Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Jenderal bintang tiga itu juga menjelaskan jika pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Namun, Ari enggan berkomentar lebih lanjut terkait proses ataupun hal yang terkait dengan S.

“Memang ada UU Perlindungan Anak, kita tidak akan laksanakan hukuman kecuali ancaman hukuman di atas 5 tahun,” kata Komjen Ari Dono.

Sumber: Tribunnews.com

Loading...
Comments
Loading...