Profil Muhammad Zohri Juara Lari Yang Rumahnya Terbuat Dari Bambu

736

Olahraga – Profil Muhammad Zohri Juara Lari Yang Rumahnya Terbuat Dari Bambu, Indonesia tak pernah habis memiliki bibit bibit atlit terbaik dari cabang manapun, dan yang paling baru dan membanggakan dari cabor lari, Seorang Muhammad Zohri mampu memenangi Lomba lari 100 meter putra u-20.

Prestasi gemilang Zohri berbuah manis dengan membawa medali emas pertama bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan dalam ajang ini.

Situs resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) pada Rabu (11/7/2018) mencatatkan, dalam 32 tahun sejarah kejuaraan tersebut, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah finis posisi ke-8 pada 1986.

Namun, semua itu berubah ketika Zohri berhasil mencapai garis akhir dalam waktu 10,18 detik (dengan percepatan angin searah pelari 1,2 meter/detik).

Dia mengungguli duo sprinter asal Amerika Serikat, yaitu anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik

“Sekarang, saya akan mempersiapkan Asian Games untuk bulan depan,” kata atlet berusia 18 tahun itu.

“Saya sangat bangga. Ini adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat bagus untuk karier saya,” imbuhnya.

Dia tampak diapit oleh Schwartz dan Harrison yang masing-masing membawa bendera AS ketika berfoto bersama.

Zohri dilaporkan tampak percaya diri dalam babak penyisihan pada Selasa lalu dengan catatan waktu 10,30 detik.

Kemudian, dia berada di urutan kedua pada semifinal dengan perolehan waktu 10,24 detik.

Zohri telah mengukir prestasi di tingkat Asia sebagai juara lari 100 meter U-20 pada awal tahun ini.

Putra Kelahiran Lombok, NTB

Zohri adalah atlet lari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia lahir pada 1 Juli 2000 sehingga baru berusia 18 tahun.

Meski memiliki prestasi luar biasa, kehidupan keluarga Johri masih memprihatinkan. Dibutuhkan perhatian pemerintah guna membantu keluarga Johri.

“Johri kalau pulang tidur di rumah bedek peninggalan orang tua kami. Kami sudah usulkan bantuan program rumah kumuh dari pemerintah Lombok Utara, namun belum ada kabar sampai saat ini,” kata Ma’rif, kakak Lalu Muhammad Johri kepada wartawan seperti yang dilansir Sportanews.com.

Johri kelahiran 1 Juli 2000, merupakan anak ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Semasa hidup, orang tua Zohri, Lalu Ahmad bekerja sebagai nelayan dan melakukan pekerjaan sampingan sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan ibunda Johri, Saeriah meninggal saat Zohri duduk di bangku SD.

Ayahnya menyusul menghadap Sang Pencipta hampir setahun lalu. Kala itu Zohri sedang di luar daerah melakukan persiapan menghadapi salah satu kejuaraan bergengsi. Namun terpaksa pulang untuk melihat orang tuanya terakhir kali.

“Semasa hidup, orang tua kami sangat men-support Johri untuk terus mengukir prestasinya. Alhamdulillah amanat itu dijalankan dan sekarang telah mengharumkan nama Indonesia. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

Ia menceritakan, saat pertama kali ditawari mengikuti kejuaraan, Johri sempat menolak. Beragam alasannya. Salah satunya persoalan biaya yang dikhawatirkan.

Namun dengan support orang tua yang mengharapkan Johri tetap ikuti, akhirnya membangun semangatnya menerima tawaran itu.

Lalu Muhammad Johri mengenyam pendidikan SDN 2 Pemenang Barat, dan melanjutkan di SMPN 1 Pemenang. Belum tuntas menjalankan study di SMP itu, Johri mendapat tawaran untuk ikut dalam kejuaraan. Ia dianggap berpotensi dan berhasil hingga beberapa kali menoreh prestasi.

“Dulu saat SMP, Johri terbilang siswa yang malas. Beberapa kali dijemput ke rumah untuk bisa sekolah oleh gurunya, dan bahkan pernah tidak naik kelas satu kali,” kata sang kakak.

Dengan prestasi yang ditoreh Johri saat ini, Ma’rif pun berpesan agar tetap mempertahankannya demi mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Namun Johri juga diingatkan tetap memperhatikan masa depannya.

Tidak kalah penting. Ma’rif juga sangat berharap pemerintah memberikan perhatian atas prestasi adiknya. Sebagai kakak, ia berharap Johri tidak menikah dengan waktu yang cepat saat ini. Karena dinilainya perjalanan Johri masih panjang untuk mengharumkan nama Indonesia.

“Saya sering komunikasi dengan Johri, saling menanyakan kabar. Maeskipun dalam keadaan sibuk ia menyempatkan diri untuk menghubungi kelurganya di Lombok Utara.

Zohri pertama kali bergabung dengan Pelatnas akhir tahun 1017 kemarin.

Sebelum bergabung dengan Pelatnas, Zohri selalu ke luar sebagai juara di perlombaan-perlobaan yang ia ikuti.

Ia menorehkan prestasi di Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun.

Ia juga pernah mengikuti ajang tingkat internasional di Kenya, untuk nomor lari 200 meter dan berhasil membawa pulang medali emas.

Di tahun 2017, Lalu juga mengikuti Asian School Games 2017 di Singapura.

Saat test event Asian Games 2018 digelar Februari kemarin, Lalu hanya meraih perunggu untuk lari 100 meter putra.

Peraih emasnya adalah atlet asal Sri Lanka yang hanya terpaut 0,02 detik dari Lalu.

Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017.

Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya, Juli lalu.

Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera.

Lalu Muhammad Zohri juga merupakan bagian dari timnas atletik Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 nanti.

Medali emas yang didapat dari Kejuaraan Atletik Dunia U-20 tentu saja menjadi modal penting bagi Zohri pada multievent empat tahunan se Asia tersebut.

Asian Games 2018 sendiri akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Acara olahraga terbesar se-Asia tersebut akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Baca juga :  Benarkah Bendera M Zohri Bendera Polandia Yang Dibalik ?

Muhammad Zohri Juara Lari

Berkat Prestasinya Muhammad Zohri Juara Lari ditawarkan jadi prajurit TNI

 

Sepak terjang Lalu Muhammad Zohri (18), meraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Atletik U20 pelari 100 meter putra di Finlandia, terus membetot perhatian sejumlah pihak. Apreasiasi terus diberikan terhadap atlet asal Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang, Kabupaten Lombok Utara itu.

Salah satunya dilakukan pihak TNI AD. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, TNI AD akan memberikan peluang dan prioritas kepada Lalu Muhammad Zohri.

“TNI AD akan memberikan peluang dan perioritas kepada Zohri setelah lulus SMA melalui jalur khusus sebagai Bintara TNI AD,” kata Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal saat berkunjung ke rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pengsor Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Kamis (12/7) kemarin.

Lalu Muhammad Zohri peraih medali emas lomba lari 100 meter pada kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere Finlandia sesuai informasi akan kembali ke Lombok pada tanggal 16 Juli 2018. Saat berkunjung ke rumah Lalu Muhammad Zohri, Danrem diterima langsung kakak kandungnya Baiq Fazilah dan Lalu Mahrif.

Selain memberikan peluang dan perioritas kepada Zohri sebagai Bintara TNI AD, pihak TNI juga akan merehab rumah Lalu Muhammad Zohri. Selama ini, Zohri, diketahui menghuni rumah sederhana di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Seluruh bangunan rumahnya berupa gubuk bambu yang dilapisi koran bekas.

“Sesuai petunjuk dari pimpinan, mulai besok kami akan melakukan perehaban rumah yang dilakukan prajurit TNI dengan masyarakat agar layak huni,” ujarnya.

Di samping itu, pihak TNI juga siap bersinergi dengan pihak pemerintah daerah dan kepolisian yang akan memberikan donasinya dalam pembangunan atau perehaban rumah. “Kami dari TNI AD akan fokus untuk melakukan perehaban rumah milik orang tua Zohri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 162/WB juga mengungkapkan kepada keluarga Zohri bahwa, dirinya siap sebagai orang tua angkat Lalu Muhammad Zohri. Sementara, Fazilah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan tawaran Danrem 162/WB untuk melakukan perehaban rumah maupun penawaran terhadap Zohri sebagai anggota TNI AD.

Hal senada juga disampaikan oleh kakaknya Lalu Mahrif atas perhatian Danrem 162/WB baik dalam rangka membantu rehab rumah dan menawarkan adiknya untuk menjadi Prajurit TNI AD Melalui jalur khusus dan prestasi.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar mengatakan, akan membantu memperbaiki rumah Lalu Muhammad Zohri. Dia juga berkeinginan merekrut Zohri sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena telah berprestasi dalam dunia olah raga tingkat internasional.

“Sebagai bentuk apresiasi, Insya Allah akan kami wujudkan dalam bentuk kebijakan. Saya akan bicara dengan TAPD mungkin kaitan dengan rumahnya,” katanya di Tanjung, seperti dilansir Antara, Kamis (12/7).

Namun keinginan tersebut terkendala aturan yang belum memberikan ruang sebagai bentuk kompensasi bagi atlet yang telah berlatih keras sehingga meraih prestasi tingkat dunia.

Oleh sebab itu, dia mendorong pemerintah pusat untuk memikirkan masa depan atlet-atlet berprestasi. Pasalnya, masalah kejelasan masa depan menjadi keluhan para atlet yang fokus berlatih sehingga sekolahnya kurang terurus.

 

Profil Muhammad Zohri Juara Lari

Loading...
Comments
Loading...