Pemohon PTSL Desa Cancung, Ikuti Pendaftaran Yang Digelar di Balai desa Setempat

5

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, meluncurkan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di tahun 2018 ini. Tak ketinggalan, Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, juga menyelenggarakan program serupa.

Salah satu desa di wilayah ATR/BPN Bojonegoro yang mengikuti Program PTSL adalah Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut, Desa Cancung mengusulkan untuk 1200 bidang, yang terdiri dari lahan milik 18 Rukun tetangga di wilayahnya.

Guna mensukseskan kegiatan tersebut, sudah dilaksanakan sosialiasi oleh ATR/BPN Bojonegoro terhadap sasaran pemohonan sertifikat tanah, yang bertempat di Balai desa Cancung, tanggal 7 Februari 2018 lalu.

Setelah mendapatkan sosialisasi, warga yang menjadi pemohon berkumpul dan membentuk kepanitiaan kegiatan PTSL Desa Cancung, yang disepakati diketuai oleh Namrin (50) dan dibantu oleh beberapa pengurus lainnya.

Kepala desa Cancung Pujiono kepada rakyatindependen.co.id mengatakan, bahwa pelaksanaan PTSL di desanya sudah berjalan sesuai denga tahapan yang dibuat oleh panitia sesuai dengan arahan dari Kantor ATR/BPN Bojonegoro. Hanya saja, untuk administrasi panitia masih dibantu oleh perangkat desa setempat sehingga pelaksanaanya bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Tampak, para pemohon serifikat Program PTSL mendaftarkan diri, di balai desa Cancung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (10/3/2018).

“Semua kegiatan PTSL di Desa Cancung dikerjakan oleh Panitia yang telah dibentuk sendiri dan disepakati oleh para pemohon itu. Pihak Pemdes hanya membantu adminitrasi, termasuk saya menanda tangani ligalisir dan mengawasi kinerja tim, agar berjalan dengan lancar dan meraih sukses,” tegas Kepala desa Cancung Pujiono, Sabtu (10/3/2018).

Ditambahkannya, agar tak terjadi antrian pendaftaran, diberi waktu sejak tanggal 1 Maret hingga 26 Maret 2018 mendatang. Pendaftaran digelar di Balai desa Cancung yang dimulai dari RT 001 hingga RT 018. Dengan begtu, pendaftaran bisa berjalan lancar dan tak berjubel-jubel.

“Pendaftaran sudah kita jadwalkan per RT, dengan harapan para pemohon tak harus ada antrian panjang sehingga bisa berjalan dengan baik,” ujar pria yang akrab disapa Mas Puj itu, serius.

Salah seorang pemohon Ngari (67) saat dimintai komentarnya, mengapa ikut program PTSL. Dia menjawab, bahwa program PTSL sangat membantu sebab biayanya sangat ringan.

“Kula remen sanget, saget angsal sertifikat gratis saking pemerintah: Saya sangat senang, dapat program sertifikat gratis saking pemerintah,” ungkap pria yang tinggal di RT 003 itu.

Berdasarkan pantauan di lokasi pendaftaran, masyarakat sangat antusias mengikuti program PTSL tersebut. Menurutnya, ini merupakan kesempatan bagus untuk bisa memperoleh sertifikat gratis. Jika ada biaya yang harus dikeluarkan itu semata-mata adalah untuk kepentingan pemohon sendiri dan biaya itu digali dengan sistem gotong-royong, sehingga dibilang dari pemohon untuk pemohon.

Perlu diketahui, bahwa PTSL adalah pendaftaran sertifikat tanah yang dilakukan secara sistematis bidang demi bidang tanah. Dengan target adalah kuantitas dengan diimbangi oleh kualitas dalam pengurusan sertifikat tanah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut ATR BPN bakal membuktikan bahwa Program PTSL lebih baik dari sisi kualitas produk yang dihasilkan sebelumnya. Program tersebut menjadi tolok ukur bagi ATR/BPN, dalam meningkatkan kinerjanya untuk melayani masyarakat dengan lebih baik lagi.

**(Sukisno/ Red).

Loading...
Comments
Loading...