Meriahnya Sedekah Bumi Desa Ngunut, Yang Digelar di Sendang Grogolan

121

Siang itu, udara panas menyengat, di seputaran wilayah Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (13/7/2018). Namun demikian, warga desa tersebut tak menghiraukannya, justru mereka malah berduyun-duyun menuju ke balai desa setempat.

Hari Jum’at Wage tanggal 13 Juli 2018 merupakan hari baik, sehingga dipakai oleh masyarakat Desa Ngunut untuk menggelar Nyadran alias Sedekah bumi. Mereka melakukan bersih desa untuk mensyukuri panen yang telah diraihnya di tahun ini.

Nyadran diawali dengan prosesi geregek desa, yakni adanya arak-arakan gunungan yang disitu terdapat hasil bumi desa setempat. Gunungan diarak dari Balai desa Ngunut menuju ke lokasi sedekah bumi yaitu di Sendang Grogolan. Selanjutnya, ada tumpeng dengan nasi kuning dan disertai panggang ayam. Dibelakangnya, ada drum band yang berasal dari anak-anak sekolah SDN Ngunut 1 dan 2.

Tampak, gunungan yang di arak dari balai desa ke Sendang Grogolan, di acara nyadran atau sedekah bumi Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (13/7/2018).

Selanjutnya, Kepala desa Ngunut Nur Hidayati didampingi suaminya Ahmad Suyanto, para perangkat desa, BPD, LPMD, Wali Amanah, Ketua RT, RW, Karang taruna dan PKK berjalan beriringan. Sedangkan berada di belakangnya, ada sekelompok pagelaran Reog Ponorogo, yang turut mengikuti rombongan menuju lokasi sedekah bumi tersebut

Dibelakangnya lagi, ada ratusan masyarakat yang turut berjalan mengikuti arak-arakan menuju lokasi Nyadran yang berada di Sendang Grogolan yang berada di tengah desa itu. Semua lapisan masyarakat, baik tua, muda dan anak-anak turut berjalan menuju ke lokasi sedekah bumi itu.

Di Sendang Grogolan pun, sudah menanti ratusan warga desa dan tamu dari desa sekitar yang sudah siap pula mengikuti Pagelaran Tayub Bojonegoro. Nyadran Ngunut nanggap tayub dengan menamilkan waranggana Nyi Indah Supriyati dan Nyi Kliswati. Dimeriahkan, kerawitan Sakti Budoyo dari Pilanggede, Dander, dengan Pramugari Gombloh dari Jono, Temayang.

Tampak, Seni Reog Mustiko Putri, yang mengikuti arak-arakan yang digelar di acara nyadran atau sedekah bumi Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (13/7/2018).

Kepala desa Ngunut Nur Hidayati, dalam kata sambutanya mengatakan bahwa kegiatan Nyadran atau sedekah bumi yang digelar di Sendang Grogolan itu digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan keselamatan bagi warga desa, memberikan ridlo dan rejeki atas panen yang melimpah di tahun ini.

“Mari kita berdo’a bersama untuk keselamatan desa, agar semua warga bahagia. Kita jaga desa Ngunut tercinta ini, dengan cara menjaga kerukunan sehingga kondisi desa tertib dan aman sehingga pembangunan desa bisa berjalan dengan baik untuk menuju warga yang makmur dan sejahtera,” tegas wanita yang akrab disapa Mbak Ida itu, dihadapan ribuan warga yang memadati pelataran Sendang Grogolan itu, Jum’at (13/7/2018) siang.

Akhirnya, acara dilanjut dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh K. Sunaryo yang diamini semua warga yang turut mengikuti sedekah bumi Sendang Grogolan itu. Berebut gunungan pun berlangsung dengan cukup meriah dan membuat mereka sampai tumpang tindih.

Kades Ngunut Nur Hidayati dengan didampingi suaminya Ahmad Suyanto, saat digedok waranggana di acara nyadran atau sedekah bumi Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (13/7/2018).

Di acara prosesi sedekah bumi tersebut, ada tradisi kaul (nadzar) yang merupakan tradisi turun temurun yang masih berlaku hingga saat ini. Kaul dilakukan dengan cara mereka yang kaul memberikan sejumlah uang ke waranggana untuk minta gending. Saat dilantunkan gending mereka pun berjoget (beksa, istilah di Seni Tayub). Hal itu dilakukan, karena apa mereka impikan telah meraih keberhasilan.

Usai kaul, dilanjutkan dengan pendanyangan diiringi gending eling-eling, lalu Kades Ngunut didampingi suaminya digedok dan diteruskan dengan beksan bersama. Yang menarik, beksan tak hanya untuk laki-laki saja akan tetapi wanita juga turut beksan tayub untuk menemani kadesnya yang juga wanita itu.

Kades Ngunut Nur Hidayati bersama warganya, saat ikut beksan tayub di acara nyadran atau sedekah bumi Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (13/7/2018).

Pagelaran Tayub Bojonegoro itu, siang hingga sore digelar di Sendang Grogolan yang juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata desa itu, sedangkan untuk melam hari tayub digelar di halaman rumah kades setempat.

**(Kis/Advertorial).

Loading...
Comments
Loading...