Kisah Sukses Brigjen TNI Wardiyono, Dampingi Manajemen Persibo Cabut Sangsi PSSI, Oleh: Sukisno

5

Kabupaten Bojonegoro, yang berada di wilayah Jawa Timur, dulu menjadi sebuah daerah yang tak dikenali oleh bangsa Indonesia sendiri. Bahkan, dalam sebuah guyonan, peta Bojonegoro itu tak terlihat dalam peta Indonesia. Ini menandakan jika Kabupaten Bojonegoro, tidak begitu dikenal.

Melalui Persibo (Persatuan Sepak Bola Bojonegoro), Kabupaten Bojonegoro menjadi dikenal di Indonesia, gambar di peta pun muncul dan mulai dilirik dan menjadi perhatian rakyat Indonesia. Persibo yang pernah meraih kejayaannya menjadi juara I Liga Primer Indonesia (LPI) tahun 2012 silam, membuat Bojonegoro menjadi daerah yang sangat dikenal.

Persibo telah berhasil menjuarai Liga Primer Indonesia Tahun 2012 silam.Setelah Persibo Unggul 1-0, saat melawan Semen Padang, di Laga final yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu, 14 Juli 2012 silam.

Ketua PSSI Letjen Edy Rahmayadi (nomor 2 dari kiri) saat melakukan pertemuan dengan Manajemen Persibo yang diwakili Ketua Umum Adulloh Umar (nomor 2 dari kanan) dan bendahara umum Sally Atyasasmi (nomor 1 dari kanan) yang didampingi Brigen Wardiyono (nomor 3 dari kanan), di Pangkostrad Jakarta, Kamis (05/01/2017).

Namun, terkenalnya Bojonegoro melalui sepak bola itu, ternyata tak berlangsung lama sebab Persibo yang keluar dari Liga Indonesia Super League (ISL) sebuah liga resmi milik PSSI dan keluar masuk ke LPI, membuat Persibo mendapatkan sangsi dan dikeluarkan dari PSSI sehingga tak lagi bisa main lagi di Liga Indonesia Super League (ISL). Saat IPL bubar, Persibo tak bisa kembali berlaga di Liga ISL karena sangsi tersebut.

Sangsi Persibo terjadi karena Persibo masuk Liga IPL dengan terjadinya dualisme kepengurusan di PSSI membuat sangsi itu makin panjang dan membuat Persibo harus stagnan hingga nyaris bubar. Ibaratnya, Persibo menjadi sebuah club sepak bola yang seperti pepatah ‘hidup segan mati tak mau’.

Dalam kondisi tak menentu dan belum ada kejelasa, membuat para pecinta sepak bola Bojonegoro yang disebut Boromaniaitu, bersama dengan pecinta sepak bola yang ada di Kabupaten Bojonegoro, melakukan penyegaran pada Pengurus Persibo. Bertempat di Rumah dinas Bupati Bojonegoro yang berada di Lingkup Kantor Pemkab Bojonegoro itu, telah berhasil memilih Ketua Umum Persibo Abdullah Umar. Berawal dari situlah, Pengurus Persibo ‘baru’terbentuk.

Sayangnya, pengurus ini tak mampu berbuat apa-apa karena sangsi PSSI tetrhadap Persibo belum dihapus sehingga membuat Persibo tak bisa mengikuti kompetisi ISL dan hanya sesekali tim berjuluk Laskar angling Dharma ini melakukan pertandingan persahabatan untuk sekedar pemanasan dan latihan. Bahkan, dengan sangsi itu membuat Persibo menjadi club yang mati suri dan tak bisa berbuat apa-apa, termasuk tak berani melakukan perekrutan pemain yang professional.

Manajemn Persibo Akhirnya Bertemu Dengan Brigjen TNI Wardiyono,S.IP,MBA

Apakah ini, sebuah kebetulan atau takdir yang menuntun pada Pengurus Persibo yang dikomandani oleh Abdullah Umar itu, hingga bertemu dengan Brigejen TNI Wardiyono, seorang jenderal bintang satu asli Cah Jonegoro. Namun, faktanya ternyata manajemen Persibo yang diwakili oleh Ketua Umum Abdullah Umar dan Bendahara Umum Sally Atyasasmi akhirnya bertemu dengan Jenderal TNI Wardiyono untuk minta tolong agar dibantu untuk berkomunikasi dan memmfasilitasinya untuk bisa menemui Ketua PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi di Kantor Pangkostrad Jakarta.

Keinginan Manajemen Persibo itu disambut baik oleh Brigjen TNI Wardiyono yang akrab dipanggil Mas Biyon itu. Sehingga, Abdullah Umar dan Sally Atyasasmi bertemu dengan mas Biyon di Jakarta untuk bersama-sama menghadap ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi. Mereka kemudian menghadap dan bertemu dengan Ketua PSSI Letjen Edy Rahmayadi Kamis (05/01/2017) di Pangkostrad Jakarta. Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, bertujuan untuk mengajukan permohonan pencabutan sangsi Persibo oleh PSSI yang sudah berjalan selama 4 (empat) tahun itu.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Persibo Abdullah Umar kepada penulis mengatakan, bahwa Mas Biyon dirinya minta tolong kepada Mas Biyon untuk membantu melakukan mediasi sekaligus melakukan loby kepada Ketua PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi, agar sangsi PSSI dicabut pada Konggres tahunan PSSI tahun 2017 yang dilaksanakan Minggu (08/01/2017).

Dalam pertemuan itu, Abdullah Umar besama Sally Atyasasmi dan didampingi Mas Biyon, menyampaikan permohonan kepada Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi agar sangsi Persibo dicabut. Kemudian Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi menyanggupi untuk mencabut sangsi Persibo dalam Konggres Tahunan yang digelar Minggu (08/01/2017).

Bahkan, Edy Rahmayadi juga berpesan agar Persibo menghadiri Kongres tahunan PSSI yang berlangsung tanggal 8 Januari 2017, di Bandung. Sehingga Persibo bisa bangkit lagi, dan berbicara di kancah persepak bolaan nasional.

Seperti yang disampaikan Abdullah Umar kepada penulis, Ketua umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi berpesan agar manajemen Persibo mengikuti Konggres dan sangsi Persibo akan dihapus. Setelah itu, Persibo harus bersiap mengikuti Kompetisi PSSI yang bakal dimulai perhelatannya tanggal 28 Maret 2017 mendatang. Persibo harus sudah siap untuk kick off mengikuti kompetisi.

“Persibo juga harus mengoptimalkan potensi pemain-pemain muda, melakukan pembinaan terhadap pemain usia dini, serta melakukan pengelolaan klub Persibo secara baik dan sehat,” ujar Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi, seperti yang ditirukan Ketua Umam Persibo Abdullah Umar, dalam pertemuan di Pangkostrad Jakarta, Kamis (05/01/2017) lalu.

Setelah ada titik terang pencabutan sangsi PSSI kepada Persibo, pembicaran mereka mengarah pada kangen-kangenan antara Mas Biyon dengan Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi. Pasalnya, kedua jenderal TNI itu, yakni Letjen TNI Rahmayadi dengan Brigjen TNI Wardiyono sama-sama lulusan Akmil (Akademi Militer) tahun 1985 sehingga keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat sejak menjadi taruna Akademi Militer. Kedekatan hubungan antar pribadi inilah yang menjadi peluang besar bagi Mas Biyon untuk bisa membantu manajemn Persibo dalam mengupayakan pencabutan sangsi tersebut.

Pertemuan makin terasa hangat saat Mas Biyon membuka kembali kenangan kedua jenderal itu saat mereka masih menjadi Taruna, karena mereka punya ibu kost yang sama, sering jalan-jalan bersama, dan sekolah pun juga selalu bersama. Juga ada cerita yang tak akan terlupakan, yaitu pada saat pangkat kedua masih Kapten dan sekolah lagi di jenjang Suslapa ll di Bandung, ternyata keduanya bertemu lagi dalam tahun sama sehingga mereka berkumpul lagi.

Mereka tidur bersama di barak yang berisi 20 orang. Ketua umum Letjen Edy Rahmayadi saat itu, tidur di barak di samping Mas Biyon. saat jam jam 03.00 wib, Mas Biyon sudah bangun dari tidurnya dan membuka jendela barak itu kemudian belajar untuk menghadapi ujian yang bakal dilaksanakan esoknya. Dengan jendela yang dibuka membuat angin masuk ke barak dan Edy Rahmayadi kedinginan hingga ikut bangun. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi ini bukanya marah, tapi justru ikut belajar bersama Mas Biyon.

“Ternyata dinginya pagi itu membawa berkah. Karena Pak Jenderal yang saat itu masih berpangkat kapten, malah bisa bangun tidur dan ikut belajar baru untuk mempersiapkan ujian esoknya. Alhamdulillah, kita juga sama-sama lulus dengan nilai yang cukup bagus,” kata Mas Biyon sambil mengenang.

Kepada penulis, Mas Biyon bersemangat menceritakan pertemuannya saat mendampingi Persibo dalam upaya pencabutan sangsi yang telah membelitnya selama 4 (empat) tahun itu. Dan ternyata, janji Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy rahmayadi untuk mencabut sangsi kepada PSSI tekah dibuktikan dengan dicabutnya sangsi Persibo pada Konggres Tahunan PSSI yang digelar Minggu (08/01/2017) di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat.

Ada kata-kata ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang dikenang oleh jenderal bintang satu yang asli Putra Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro itu, yaitu kata-kata Ketua umum PSSI Lejen Edy Rahmayadi “Persibo ya Mas Biyon. Saya akan sampaikan dalam Konggres Tahunan PSSI agar sangsi PSSI untuk Persibo dicabut. Namun, jika sangsi Persibo sudah dicabut, saya harap Mas Wardiyono bertanggung jawab ya untuk kebaikan Persibo ke depan”.

Keberhasilan Mas Biyon, dalam memfasiltasi dan melakukan mediasi antara manajemen Persibo dengan Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi. Diakui atau tidak, upaya itu akhirnya membuahkan hasil sehingga Persibo lepas dari sangsi. Kini, Persibo memperoleh tempat untuk berlaga di Liga Nusantara sebuah kompetisi resmi milik PSSI.

Upaya Mas Biyon dalam membantu mediasi dengan Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi telah selesai. Kini, tinggal bagaimana manajemen Persibo mempersiapkan tim sepak bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro itu kembali bisa berbicara di kancah persepak bolaan Indonesia. Selamat atas pencabutan sangsi Persibo oleh PSSI, semoga Persibo akan kembali berkibar untuk mengharumkan nama Bojonegoro. Semoga dan semoga…

Penulis adalah, Pemimpin redaksi (Pemred) Media Online: rakyatindependen.co.id

Loading...
Comments
Loading...