Gara-gara Masalah Rumah Tangga, Wanita Asal Semlaran Malo Ini, Hendak Bunuh diri di Jembatan Malo

133

Suasana Jembatan Malo, yang melintasi Bengawan solo, menghubungkan wilayah Kecamatan Kalitidu ke wilayah Kecamatan Malo atau sebaliknya, selalu ramai dipadati warga yang ngabuburit atau menunggu saat buka puasa tiba.

Bahkan di malam hari, terutama di bulan ramadhan 1439 Hirah yang bertepatan dengan tahun 2018 Masehi, Jembatan Malo selalu ramai menjadi tongkrongan anak-anak muda dan juga segala usia, untuk menikmati indahnya Bengawan solo di bawah lampu jembatan yang nampak indah menerangi malam itu.

Namun, mereka yang sedang menghabiskan malam di jembatan itu, terganggu dengan ulah seorang wanita berinisial YN (20) yang hendak melakukan aksi bunuh diri dengan menceburkan diri ke Bengawan solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

YN (20) yang sudah berkeluarga dan berasal dari Desa Semlaran, RT 001, RW 002, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, dipergoki anggota Polsek Malo yakni Brigadir Jamari dan Brigadir Sa’roni serta anggota Koramil Malo Sertu Sigit, saat YN hendak bunuh diri, Jum’at (25/5/2018) sekira pukul 21:30 wib.

“Kebetulan kami baru saja selesai melaksanakan patroli gabungan dengan Polsek Kalitidu. Sewaktu perjalanan hendak balik ke Malo dan melintas di jembatan, ada seorang wanita muda yang hendak bunuh diri dengan cara menceburkan diri di Bengawan tersebut,” tegas Brigdir Jamari, didampingi Brigadir Sa’roni serta anggota Koramil Malo Sertu Sigit.

Melihat YN yang sudah bersiap bunuh diri itu, ketiga petugas tersebut, langsung turun dari mobil patroli dan membujuk YN agar mengurungkan niatnya. Mereka memberikan pengertian tentang dosa orang yang nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri itu akan dapat tempat di neraka.

Mendengar penjelasan petugas, akhirnya YN mau mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Secara pelan-pelan, YN lantas bercerita tentang persoalan rumah tangga yang sedang dihadapinya. Karena buntu dan tak ada solusi, akhirnya dia nekad hendak bunuh diri di jembatan yang dibangun di era Bupati Bojonegoeo Santoso itu.

“Setelah YN merasa tenang, kita antarkan pulang ke rumahnya yang ada di Desa Semlaran dan kita serahkan kepada keluarganya,” ungkap Brigadir Jamari.

Ketiga petugas itu juga menemui kepala desa Semlaran Kusdarwati,SE, untuk mengabarkan kejadian, jika ada warganya berinisial YN yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri itu. Dengan menyampaikan hal itu ke kadesnya, diharapkan bisa dilakukan pembinaan sehingga yang bersangkutan tak melakukan perbuatan itu lagi.

Kepada petugas, Kades Semlaran Kusdarwati membenarkan, jika YN memang sedang ada masalah tentang rumah tangganya.

“Terima kasih Bapak-bapak sudah membantu warga kami. Insya Allah, kami akan memberikan pembinaan agar YN tak nekad lagi dan bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan baik,” katanya menegakan.
**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...