Gantung diri di Kandang Kambing Membuat Warga Dander Ini Tewas di TKP

3

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Warga di pinggiran hutan di Dusun Alang alang Kemangi, Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, digemparkan adanya seorang warganya yang ditemukan gantung diri dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) di kandang kambing miliknya anaknya, Jum’at (27/4/2018) sekira pukul 11:30 wib.

Paidin (78) yang beralamatkan di Dukuh Alang alang Kemangi, Desa Dander, RT 011, RW 001, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu, bertandang ke rumah anaknya yang tak jauh dari rumahnya. Sesampainya di rumah anaknya itu, dia berpamitan hendak ke belakang namun tak kunjung kembali.

Saat itu, Patmi (60) yang juga anak korban, mendengar ada suara kambing yang gaduh sehingga dia hendak memeriksa kondisi kambing-kambing miliknya sambil memberikan minum ke hewan ternak tersebut. Pada saat yang bersamaa, Patmi yang juga saksi ke satu dalam kejadian itu, melihat tubuh ayahnya sudah tergantung di kandang ternak itu. Melihat kejadian itu, saksi langsung berteriak minta tolong ke tetangganya untuk menyaksikan kejadian naas itu.

Selanjutnya datang saksi kedua yaitu Parti (45) yang juga anak korban. Setelah itu, para tetangga korban juga berdatangan untuk melihat kondisi korban yang nekad gantung diri itu. Guna menindak lanjuti kejadian itu, akhirnya keluarga korban menyampaikan kejadian itu ke perangkat desa setempat dan meneruskan laporannya ke Mapolsek Dander.

Kapolsek Dander AKP Wijianto, kepada rakyatindependen.co.id membenarkan adanya kejadian tersebut. Dimana, Paidin (78) nekad gantung diri di kandang kambing milik anaknya, hingga korban tewas seketika di lokasi kejadian tersebut, Jum’at (27/4/2018) sekira pukul 11:30 wib dan baru dilaporkan sekira pukul 13:00 wib itu.

Dalam kejadian itu, berhasil dikumpulkan barang bukti (bb) berupa, Barang Bukti (BB), tali tampar warna biru ukuran 140 cm, celana training warna hitam dan celana pendek warna hitam.

Adapun ciri-ciri korban yakni, panjang mayat 165 cm, rambut hitam beruban, kulit sawoh matang, di mulut keluar busa, pada kemaluannya keluar sperma, pada anus tak mengeluarkan kotoran.

“Dari hasil pemeriksaan medis oleh Tim Medis dari Puskesmas Dander yang diketuai oleh Dr Vita mengatakan, kondisi leher korban terdapat bekas tali jeratan tampar akibat gantung diri tersebut. Hanya saja tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dalam kejadian naas itu. Sehingga dinyatakan mennggal murni akibat gantung diri,” tegas Kapolsek Dander AKP Wijianto, Jum’at (27/4/2018) sore.

Pihak keluarga korban tak mengijinkan jasad korban di otopsi sehingga keluarga korban diminta untuk membuat surat pernyataan dengan tidak menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian itu. Sehingga korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.

Menurut keterangan dari keluarga korban, yang bersangkutan memiliki riwayat sakit asam urat yang gak sembuh-sembuh alias menahun. Mungkin hal itu yang membuat korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri alias kendat.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...