Fakta Miris Bocah SD Hamili Siswi SMP Di Tulungagung, Bikin Geregetan

58

Tulungagung – Fakta Miris Bocah SD Hamili Siswi SMP Di Tulungagung, Bikin Geregetan, Kejadian miris terjadi dilingkungan sekolah wilayah Tulungagung, bagaimana tidak bocah yang masih berusia 13 tahun ini sudah hamil 6 bulan. Dan yang menghamili adalah siswa Sekolah Dasar. Pihak keluarga akhirnya sepakat menikahkan mereka.

Namun, persoalannya menjadi rumit karena mereka belum cukup umur sehingga Kantor Urusan Agama (KUA) menolak menikahkan dua bocah itu.

Yang bikin geregetan, ayah si bocah SD yang menghamili pacarnya siswi SMP itu justru dengan enteng mengatakan, ulah anaknya adalah bagian dari uji kejantanan sang putra.

Inilah fakta- fakta Bocah SD Hamili Siswi SMP Di Tulungagung

1. Terbongkar gara-gara periksa kesehatan di Puskesmas

Seorang siswi SMP di Tulungagung diperiksakan ke Puskesmas oleh pihak sekolah pada Sabtu (19/5/2018).

Siswi berusia 13 tahun itu terlihat tidak sehat.

Hasil pemeriksaan petugas medis di Puskesmas menyatakan, siswi itu positif hamil.

Kabar kehamilan, sebut saja Venus, membuat kalang kabut keluarganya.

Saat didesak oleh keluarganya, Venus mengakui hubungan asmara dengan kekasihnya.

Buah hubungan asmara ini, kandungan Venus sudah berusia 6 bulan.

Yang mengejutkan, ternyata sosok laki-laki yang menghamilinya masih kelas V SD.

“Saat itu pihak keluarga langsung mendatangi rumah yang laki-laki,” tutur seorang warga, YG.

2. Blak-blakan beberapa kali berhubungan intim

Siswa SD itu, sebut saja Koko, mengakui telah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan Venus.

Ternyata Koko dua kali tidak naik kelas, sehingga sosoknya cukup matang secara seksual.

“Usianya sekitar 13 tahun lebih,” tambah YG.

Permasalahan itu kemudian diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Keluarga Koko mau bertanggung jawab.

Kedua keluarga sepakat untuk menikahkan anak mereka.

Siswi SMP Di Tulungagung Dihamili

3. KUA menolak menikahkan dua bocah

Syarat-syarat pernikahan telah disiapkan dengan cepat.

Hari Senin (21/5/2018) mereka sudah bersiap menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Namun pihak KUA menolak menikahkan keduanya, karena dianggap masih terlalu kecil.

Salah satu tokoh di desa tempat Koko tinggal, Anang mengatakan, pihak keluarga tetap mengusahakan keduanya menikah.

“Saya membantu mengurus proses pernikahan keduanya,” ucap Anang.

Karena ditolak oleh KUA, keduanya harus mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama.

4. Mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama

Hari Selasa (22/5/2018), permohonan sidang dispensasi sudah dimasukkan ke Pengadilan Agama Tulungagung.

Anang berharap keduanya mendapatkan dispensasi hingga bisa lekas dinikahkan.

“Tinggal menunggu hasil sidang seperti apa. Kalau mendapatkan dispensasi langsung dinikahkan,” pungkasnya.

5. Tetangga sempat mengingatkan

Tetangga kurang lebih loka tinggal Koko sebenarnya sudah mengingatkan orangtuanya perihal kedekatan ke 2 anak ini.

Para tetangga menilai, interaksi Koko dan Venus sudah kelewat batas.

Tetapi jawaban dari ayah Koko justru menciptakan warga lebih kurang jengah.

Dengan enteng ayah Koko berkata, Venus sebagai bahan percobaan anaknya.

“Bapaknya bilang, izin jadi bahan percobaan anaknya yang baru sunat,” ujar YG, galat satu tetangga.

6. Dua Kali nir naik kelas

Di mata tetangga, Koko dikenal sosok anak didik yg kurang rajin, dan 2 kali tidak naik kelas.

Sehingga meski kelas V SD, secara seksual Koko sudah matang.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda & Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri, menyatakan belum mendapat laporan insiden ini.

Tetapi Syaifudin berharap ada solusi terbaik bagi Venus.

Ia berharap Venus permanen sanggup melanjutkan pendidikannya.

“Saya berharap siswi ini nantinya tetap bisa sekolah misalnya biasa. Lantaran beliau masih anak-anak, & berhak menerima pendidikan,” tegasnya.

 

Bocah SD Hamili Siswi SMP Di Tulungagung

Loading...
Comments
Loading...