Dua Anak Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan Tewas Mengambang, di Bendung Gerak Barage

49

LAMONGAN – Tim SAR gabungan dari BPBD Lamongan dan Tuban berhasil menemukan anak tenggelam karena terpeleset di Sungai Bengawan Solo. Korban pertama ditemukan 4 meter dari lokasi kejadian, Senin (4/6). Sedangkan korban kedua ditemukan 20 meter dari lokasi kejadian.

Kasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Jannata SMP membenarkan 2 korban saat ini berhasil ditemukan semua.

“Korban kedua atas nama Najib sudah ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Korban ditemukan, Kamis (7/6/2018) pukul 11.25 WIB, korban mengapung dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian awal dan dievakuasi oleh tim pencarian,” kata Jannata SMP kepada wartawan di kantornya, Jalan Veteran, Kamis (7/6/2018).

Jannata menambahkan korban kedua yang ditemukan bernama Najib usia 9 tahun, kelas IV MI Desa Centini Kecamatan Laren. Kini jenazah sudah diserahkan ke keluarganya. “Dengan ditemukannya korban bernama Najib ini, berarti seluruh korban yang tenggelam di Bengawan Solo telah ditemukan,” ungkap Jannata.

Sebelumnya, Najib dan M. Abdul Kohar (9) warga Desa Centini, Kecamatan Laren, Senin (4/6/2018) terpeleset dan tenggelam di Bengawan Solo, di sekitar Bendung Gerak Babat Barage. Saat itu Najib, Kohar dan Huda sedang jalan-jalan pagi sambil membawa pancing di tepi tanggul Bengawan Solo.

Saat melempar kail pancing ke Bengawan Solo, salah satu dari mereka terpelesat. Karena berusaha membantu, korban lainnya terseret ke Bengawan. Sedangkan Huda, korban selamat berusaha mencari bantuan ke warga. “Lokasi kejadian masuk wilayah administratif Tuban,” kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin.

Pencarian dilakukan tim gabungan BPBD Lamongan dan Tuban, menggunakan 4 perahu karet. Sejumlah petugas dalam pencarian tersebut menerapkan teknik floating agar korban bisa muncul di permukaan. Kemudian korban pertama ditemukan yakni Abdul Kohar ditemukan, Selasa (5/6) lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Sumber: detiknews.com

Loading...
Comments
Loading...