Ada Tiga Hal Yang Disampaikan Pj Bupati Bojonegoro, Pada Pembinaan Aparatur Pemerintah desa di Ngasem

0

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Pembinaan Aparatur Pemerintah desa kembali digelar di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kali ini, kegiatan tersebut, digelar di Pendopo Kecamatan Ngasem, dengan pemateri Pj Bupati Bojonegoro Dr Suprianto,SH,MH, Selasa (8/5/2018)

Camat Ngasem Mahmudin,AP,MM, dihadapan Pj Bupati Bojonegoro yang didampingi beberapa Kepala SOPD, Forpimka, para kades dan perangkat Se-Kecamatan Ngasem mengatakan, bahwa wilayah Kecamatan Ngasem merupakan wilayah miskin rangking ke-3 di Kabupaten Bojonegoro ini.

“Wilayah Kecamatan Ngasem, terdiri dari 17 desa. Ada 14 desa yang berada di wilayah hutan dan hanya ada 3 desa yang berada di wilayah hutan. Dimana, dari 14 desa yang berada di wilayah hutan itu adalah warga miskin, sehingga wilayah Ngasem menjadi daerah miskin,” tegas Camat Ngasem Mahmudin,AP,MM.

Masih menurut Mahmudin, dengan kondisi wilayah yang tergolong miskin itu membuatnya konsentrasi untuk menangani kemiskinan tersebut.

“Bentuk penanganan tersebut adalah dengan menjalin kerjasama dengan Perhutani yaitu melalui budidaya tanaman minyak kayu putih dengan lahan seluas kurang lebih 200 hektar. Dengan harapan pengolahan minyak kayu putih bisa dilaksanakan di wilayah Ngasem, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan begitu, warga Ngasem akan terlepas dari belenggu kemiskinan itu,” ungkapnya.

Para Kades dan perangkat desa dan BPD saat mengikuti acara Pembinaan Aparatur Pemerintah desa kembali digelar di Pendopo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa (8/5/2018)

Mahmudin menambahkan, di Bidang Kesehatan Kecamatan Ngasem telah berhasil menurunkan angka Kematian Ibu dan bayi. Jika di Tahun 2016 untuk AKB tercatat 16 kejadian dan Tahun 2018 ini hanya ada 1 kejadian. Sedangkan AKI Tahun 2016 tercatat 2 Kejadian, Tahun 2018 ini hanya ada 1 Kejadian saja.

Sedangkan dibidang Pendidikan di wilayah Kecamatan Ngasem telah terbentuk PKBM dan Paket C, bahkan pada tahun ini kita telah berhasil melaksanakan Ujian Nasioanal Paket C berbasis Komputer yang diprakarsai oleh SMAN Ngasem. Inilah bentuk Pemerintah yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro Dr Suprianto,SH,MH, dalam kata sambutan dan arahannya dihadapan para kades dan perangkat desa Se-Kecamatan Ngasem menyampaikan 3 (tiga) hal yang menjadi isu saat ini.

Yang pertama adalah Isu Pilkada, yang bakal digelar 27 Juni 2018 mendatang. Pj Bupati mengingatkan Netralitas ASN terhadap pelaksanaan Pilkada.

“Jangan sampai ada ASN yang ikut dalam politik praktis seperti ikut kampanye dengan mendukung salah satu pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jatim atau Paslon Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro dalam Pilkada 2018 ini. Mendukung dalam bentuk apapun tidak dibenarkan, bahkan nge-like di media sosial (medsos) saja juga dilarang dan ada sanksinya,” ungkap pria asal Kendal, Ngawi itu.

Yang kedua, agar para perangkat desa agar paham dan mengerti terkait aturan-aturan yang ada. Khususnya dalam pengelolaan keuangan desa, karena hal tersebut sudah menjadi tuntutan dan berbeda dengan pengelolaan keuangan sebelumnya.

“Agar mampu bekerja dengan baik, para perangkat desa sebaiknya mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dan berupaya sungguh-sungguh. Sehingga bisa bekerja dengan baik dan benar,” ujarnya serius.

Sedangkan yang ketiga, pihaknya mengingatkan kepada para kepala desa, para perangkat desa dan BPD yang memadati Pendopo Kecamatan Ngasem yaitu Berita Hoax alias berita Bohong. Jika berita hoax itu tak diantisipasi maka hoax itu hoak dapat mengah ncurkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Agar para kepala desa, perangkat desa dan pelaku pemerintahan desa agar tak terlibat berita hoax. Agar bisa menghindari berita hoax, dihimbau agar tidak ngeshare berita-berita yang belum jelas sumbernya. Sebab, hal itu bisa membuat mereka yang membagikan berita itu bisa berurusan dengan hukum jika mengandung SARA dan ujaran kebencian,” tegasnya.

Di akhir sambutanya, Pj Bupati Bojonegoro berpesan bahwa pemerintah desa harus hadir di tengah-tengah masyarakat melalui kebijak-kebijakannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dan untuk mengentaskan kemiskinan.

Selain Pj Bupati Bojonegoro, dalam kesempatan yang sama, tampil sebagai narasumber dalam acara tersebut berasal dari DPMD Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro dan Instansi terkait lainnya.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...