1.342 JCH Bojonegoro, Mulai Diberangkatkan Oleh Pj Bupati Bojonegoro

96

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Di masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur ini, banyak tradisi yang terus dipelihara dan menjadi hal yang seakan wajib mereka lakukan. Seperti halnya, mengantar Jama’ah Calon Haji (CJH) dari tempat tinggalnya ke pemberangkatan yang berlangsung di Jalan Mas Tumapel depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang berlangsung Minggu (29/7/2018) sekira pukul 15:00 wib.

Mereka berbondong-bondong mengantarkan keluarga, sanak saudara atau teman yang hendak pergi menjalankan rukun Islam yang kelima yaitu naik haji ke Tanah suci. Seakan tak peduli dengan panas yang menyengat, mereka datang dari seantero Kabupaten Bojonegoro. Tak hanya naik mobil AC atau Non AC, bahkan banyak juga pengantar haji yang naik mobil pikup, namun mereka tampak ceria dan bahagia.

Sesampainya di Bojonegoro Kota, tepatnya di lokasi pemberangkatan JCH, mereka juga tak boleh masuk. Satu JCH hanya boleh diantarkan masuk oleh satu orang saja sehingga yang menunggu di luar. Para pengunjung, hanya bisa melihat dari kejauhan keluarga, kerabat atau temannya yang hendak berangkat haji itu.

Kelompok terbang (kloter) 39 diberangkatkan paling awal yaitu Minggu, (29/7/2018) sekira pukul 15:00 wib. Sesuai dengan data dari Kemenag Kabupaten Bojonegoro, jumlah JCH tahun 2018 ini sebanyak 1.342 orang.

Pj Bupati Bojonegoro DR Suprianto,SH,MH, saat menyerahkan bendera merah putih yang diterima Amir Sahid mewakili rombongan JCH Bojonegoro, di upacara pemberangkatan yang mengambil di Jalan Mas Tumapel depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang berlangsung Minggu (29/7/2018) sekira pukul 15:00 wib.

Ada pemandangan yang berbeda saat pemberangkatan haji tahun 2018 ini. Dimana seluruh JCH langsung menuju bus yang telah disiapkan untuk mengantarkan mereka menuju Asrama Haji yang beraa di Sukolilo, Surabaya itu. Sehingga, untuk prosesi ucapara pemberangkatan, hanya diikuti oleh para Ketua rombongan saja.

Kepala Kemenag Bojonegoro, Syamsuri, M.Pd melaporkan bahwa JCH Kabupaten Bojonegoro menvapai 1.345 orang yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki 632 orang dan 713 orang wanita. Pendidikan tamatan SD 616 , SMP sejumlah 165, SMA sejumlah 272, Sarjana ada 266 dan S 2 ada 26 orang.

“JCH Boonegoro tahun 2018 ini, untuk JCH termuda usiany 18 tahun atas nama Maulidatul Rofiah Syamsuri asal Desa Pandantoyo Kecamatan Temayang. Sedangkan usia tertua atas nama Tohir Abdurahman yang sudah berusia 84 tahun asal Desa Kuncen, Kecamatan Padangan,” ungkap Kepala Kemenag Bojonegoro, Syamsuri, M.Pd, saat pemberangatan Kloter 39, Minggu (29/7/2018).

Sementara itu, berkenan memberangkatan JCH Kabupaten Bojonegoro dilakukan oleh Pj Bupati Bojonegoro DR Suprianto,SH,MH, yang berlangsung di Jalan P Mas Tumapel atau di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tampak hadir, Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Bojonegoro, Ketua FKUB KH Alamul Huda, Plt Sekda Bojonegoro Yayan Rahman, serta undangan lainnya.

Tampak, para ketua rombongan JCH Kloter 39, di upacara pemberangkatan yang mengambil di Jalan Mas Tumapel depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang berlangsung Minggu (29/7/2018) sekira pukul 15:00 wib.

Dalam kata sambutanya, Pj Bupati Bojonegoro DR Suprianto,SH,MH, menyampaikan bahwa pemberangkatan JCH Bojonegoro, yang berlangsung saat ini merupakan awal rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan.

“Semoga Bapak, Ibu, Saudara CJH selalu mendapatkan ridho Allah SWT. Selamat hingga tiba di tanah suci, mampu melaksanakan syarat dan rukun haji sehingga pulang dengan predikat haji mabrur,” tegas Pj Bupati Bojonegoro DR Suprianto,SH,MH.

Ditambahkan, guna memenuhi syarat ketentuan, ibadah haji bermuara pada perubahan perilaku bagidiri sendiri dan orang lain. Memahami hakekat ibadah haji yaitu, ibadah haji secara total baik lahir maupun bathin.

“Ibadah haji bisa dibilang sebagai kontrak kita kepada Allah SWT dan menjadi momentum untuk lebih baik. Kami juga berpesan, agar seluruh CJH senntiasa menjaga kesehatan karena cuaca dan suhu di tanah suci yang berbeda dengan kondisi cuaca di tanah air Kita ini. Selamat jalan, selamat menjalankan rukun Islam yang kelima, semoga menjadi haji yang mabrur,” ujar pria yang akrab disapa Pak Pri itu.

Suasana, pemberangkatan JCH Kloter 39, jelang upacara pemberangkatan yang mengambil di Jalan Mas Tumapel depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang berlangsung Minggu (29/7/2018) sekira pukul 15:00 wib.

Dalam kesempatan yang sama, diserahkan bendera kepada ketua rombongan yang diwakili oleh JCH Amir Syahid, yang sehari-nya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro.

Pj Bupati Bojonegoro DR Suprianto,SH,MH, usai menyampaikan sambutan pemberangkatan atau pelepasan JCH, juga secara simbolis memberangkatkan JCH Kloter 39, dengan mengibarkan bendara di start keberangkatan haji Kabupaten Bojonegoro itu.

Perlu diketahui, Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 ini, berada di loter 39, 40 dan 41 masing masing 445 CJH. Kloter 44 yang merupakan kloter campuran dengan Tuban, Pacitan dan Kota Surabaya untuk CJH Bojonegoro sejumlah 7 orang.

Untuk keberangkatan menuju Embarkasi kloter 39 dan 40 dijadwalkan berangkat pada pukul 15:00 WIB. Sedangkan untuk kloter 41, akan diberangkatkan pukul 02:00 WIB, turut hari Senin (30/7/2018). Sedangkan kloter campuran dijadwalkan berangt hari Selasa (31/7/2018) sekira pukul 15:00 WIB.

Jamaah haji tahun 2018 ini, didominasi usia menengah yakni antara 40 hingga 50 tahun. Serta dari pekerjaan mayoritas adalah PNS dan petani. Namun, dari 1.342 JCH Bojonegoro itu, sekitar 900 JCH masuk dalam kategori Resiko Tinggi (resti) yaitu sejumlah 900 JCH.

**(Kis/Red).

Loading...
Comments
Loading...